Matahari yang terlihat berwarna merah akibat kabut asap menyelimuti Kota Palangka Raya, pada Kamis (27/8/2026). FOTO: SB
SB, PALANGKA RAYA - Kondisi kabut asap di Kot Palangka Raya selama dua hari Rabu (26/8/2026) hingga Kamis (27/8/20256) semakin parah. Asap tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya.
Dampaknya udara sangat tidak sehat, bahkan muncul matahari terlihat berwarna merah akibat kabut asap.
"Asap semakin pekat dan Karhutla semakin memdekati permukiman," ungkap Heri salah satu warga.
Suara sirine kendaraan pemadam dari gabungan petugas, baik pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan tidak pernah berhenti lalu lalang untuk memadamkan Karhutla.
Bahkan asap tebal, pada Kamis (27/8/2026) siang muncul di dekat Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya.
Harapan masyarakat agar turun hujan yang dapat memadamkan api dan kabut asap hilang. Karena upaya dari petugas gabungan untuk memadamkan sudah sangat luar biasa.
Pemerintah Pusat juga diharapkan untuk segera mengambil langkah-langkah, agar masyarakat tidak kesusahan akibat Karhutla.
"Mudahan segera hujan, agar Karhutla padam dan kabut asap hilang," lanjut masyarakat. (sb)