seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Kabut Asap Lumpuhkan Penerbangan di Palangka Raya, 950 Penumpang Gagal Berangkat

by Redaksi - Tanggal 31-08-2026,   jam 09:08:29
Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya

SB, PALANGKA RAYA – Kabut asap pekat yang menyelimuti Palangka Raya mulai memukul aktivitas penerbangan. Bandara Tjilik Riwut mengalami gangguan serius setelah jarak pandang turun drastis akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari total 18 pergerakan pesawat yang dijadwalkan pada hari tersebut, sebanyak 15 mengalami gangguan. Bahkan, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan karena kondisi jarak pandang tidak memungkinkan pesawat beroperasi secara normal.

General Manager Angkasa Pura I Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan hanya tiga pergerakan pesawat yang berhasil direalisasikan. Sementara dari sembilan jadwal keberangkatan, hanya dua penerbangan yang dapat diberangkatkan.

“Dari rencana kami ada 18 pergerakan. Sebanyak 15 tertunda karena kabut asap. Sehingga dari tadi pagi hanya ada tiga pergerakan pesawat udara,” kata I Made saat dikonfirmasi.

Dua penerbangan yang berhasil berangkat tersebut berlangsung sekitar pukul 07.00 dan 07.10 WIB dengan tujuan Jakarta. Sementara tujuh penerbangan lainnya harus dibatalkan. Kondisi ini berdampak terhadap sekitar 950 penumpang yang sebelumnya telah memiliki jadwal penerbangan.

Sejumlah penerbangan yang terdampak di antaranya tujuan Surabaya pukul 09.30 WIB, Yogyakarta pukul 10.30 WIB, Jakarta pukul 13.15 dan 13.50 WIB, serta Surabaya pukul 14.30 dan 15.30 WIB. Para penumpang diberikan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang maupun pengembalian biaya tiket.

“Penumpang yang ingin membatalkan penerbangan diberikan refund 100 persen. Sedangkan bagi yang ingin tetap melakukan perjalanan, tersedia pilihan reschedule. Bagasi juga dapat diambil kembali,” ujarnya.

Buruknya kondisi penerbangan tidak lepas dari jarak pandang yang berada jauh di bawah batas ideal. Berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara, jarak pandang minimal untuk mendukung aktivitas take-off dan landing berada di kisaran 1.500 hingga 2.000 meter. Bahkan, sekitar pukul 16.00 WIB jarak pandang dilaporkan hanya mencapai 250 meter.

Meski kondisi udara memburuk, operasional Bandara Tjilik Riwut tetap dibuka sesuai jam layanan, yakni pukul 05.00 hingga 17.30 WIB. Untuk jadwal penerbangan berikutnya, Garuda Indonesia, Super Air Jet, Lion Air dan Citilink masih menyatakan akan beroperasi.

“Sedangkan Batik Air telah membatalkan penerbangan reguler Palangka Raya-Jakarta pada pagi hari. Kami berharap kondisi cuaca dan jarak pandang segera membaik sehingga penerbangan dapat kembali normal,” pungkasnya. (rk/sb)