Kepala BKSDA Resor Sampit, Muriansyah bersama petugas saat menunjukan trenggiling yang berhasil diselamatkan dari karhutla. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Seekor trenggiling ditemukan masih hidup di tengah areal bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Bumi Raya 1, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (26/8/2026) malam.
Satwa yang dilindungi tersebut ditemukan Komunitas Reptil Sampit saat menyisir lokasi bekas kebakaran. Trenggiling seberat sekitar 2 kilogram itu kemudian diserahkan kepada BKSDA Resor Sampit sekitar pukul 23.55 WIB.
Kepala BKSDA Resor Sampit, Muriansyah, mengatakan kondisi trenggiling cukup baik. Saat diperiksa, tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya.
“Setelah mendapatkan arahan dari pimpinan dan kondisinya tidak luka, untuk menghindari stres, akhirnya trenggiling kami lepasliarkan,” kata Muriansyah.
Trenggiling tersebut dilepas di wilayah Kotim yang dinilai aman dan jauh dari lokasi karhutla. Langkah itu dilakukan agar satwa bisa kembali ke habitatnya tanpa mengalami tekanan tambahan.
Muriansyah mengatakan, trenggiling yang ditemukan kemungkinan hanya sebagian dari satwa liar yang terdampak kebakaran. Satwa lainnya masih mungkin terjebak atau berusaha menyelamatkan diri ke kawasan permukiman.
“Kemungkinan masih ada yang terjebak. Ada juga yang sudah menyelamatkan diri memasuki areal pemukiman,” ujarnya.
BKSDA juga sempat menerima laporan warga terkait kemunculan trenggiling di kawasan perumahan depan Stadion Sampit. Namun, setelah dilakukan pencarian, satwa tersebut belum ditemukan.
Penyisiran pun terus dilakukan bersama Komunitas Reptil Sampit di sejumlah titik bekas karhutla. Dalam pencarian itu, petugas dan komunitas juga menemukan seekor ular sanca kembang dalam kondisi lemas.
“Untuk ular yang didapat, saya percayakan kepada pihak komunitas untuk merawatnya. Saat ditemukan kondisinya nampak lemas,” jelas Muriansyah.
Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat dan komunitas yang ikut menyelamatkan satwa terdampak karhutla. Muriansyah meminta setiap temuan satwa liar, terutama yang dilindungi, segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan tepat.
“Yang penting kalau menemukan satwa liar, segera laporkan. Ini sangat membantu upaya penyelamatan satwa terdampak karhutla,” pungkasnya. (f1/sb)