Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Pemkab Kapuas Usulkan Embung Multifungsi dan Penguatan Infrastruktur Pertanian ke Kementerian PU

Redaksi 04-09-2026, 15:34 WIB 2 menit baca
Rapat diskusi penyusunan Rencana Pengembangan Infrastruktur (RPI) PU Kawasan Prioritas Swasembada Pangan yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, pada Rabu (2/9/2026).FOTO: HUMAS/SB
Rapat diskusi penyusunan Rencana Pengembangan Infrastruktur (RPI) PU Kawasan Prioritas Swasembada Pangan yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, pada Rabu (2/9/2026).FOTO: HUMAS/SB

SB, KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas mengusulkan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, termasuk embung multifungsi atau long storage, kepada Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat diskusi penyusunan Rencana Pengembangan Infrastruktur (RPI) PU Kawasan Prioritas Swasembada Pangan yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, pada Rabu (2/9/2026).

Rapat yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas itu dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai. Hadir perwakilan BPIW Wilayah I Kementerian PU, Asisten II Setda Kapuas Kusmiatie, sejumlah kepala perangkat daerah, jajaran Dinas Pertanian, konsultan, akademisi serta OPD terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Kapuas Usis I Sangkai menyampaikan sejumlah usulan strategis untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Salah satunya pembangunan prasarana air multifungsi berupa embung berkapasitas besar atau long storage melalui dukungan anggaran APBN.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, kami berharap Kementerian PU dapat membantu pembangunan embung multifungsi atau long storage di Kabupaten Kapuas. Prasarana ini sangat krusial, tidak hanya untuk menyuplai pengairan kawasan pertanian, tetapi juga menampung air saat musim hujan serta menjadi sarana pengendalian karhutla,” ujarnya.

Selain pembangunan sarana air, Pemkab Kapuas juga mendorong perbaikan dan pengerukan saluran irigasi primer yang mengalami kekeringan maupun pendangkalan.

Menurut Usis, pembangunan infrastruktur pertanian harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola lahan, khususnya kawasan pertanian pasang surut.

Atas pertimbangan tersebut, Pemkab Kapuas mengusulkan agar pengembangan kawasan pertanian lebih diarahkan ke wilayah selatan, khususnya kawasan sentra produksi pangan Blok D eks-PLG.

Kawasan tersebut meliputi empat kecamatan, yakni Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur dan Kapuas Timur. Keempatnya menjadi sentra produksi padi yang menyumbang sekitar 62 persen dari total Luas Baku Sawah (LBS) Kabupaten Kapuas.

“Pengembangan pertanian harus memperhitungkan kesiapan SDM lokal yang memang terbiasa dan ahli mengelola lahan pasang surut. Oleh karena itu, Pemkab Kapuas mengusulkan agar fokus penanganan diarahkan ke wilayah selatan Blok D agar infrastruktur yang dibangun BWS dan Kementerian PU tepat sasaran, dimanfaatkan secara optimal oleh petani serta berkelanjutan,” tegasnya.

Perwakilan BPIW Wilayah I Kementerian PU menyambut baik berbagai masukan teknis dari Pemkab Kapuas. Masukan tersebut akan menjadi bahan dalam penyusunan dokumen perencanaan ekosistem pangan (Food Ecosystem Infrastructure) secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Usai rapat, Tim BPIW Wilayah I Kementerian PU bersama jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas langsung melakukan tinjauan lapangan ke kawasan pertanian wilayah selatan, khususnya Blok D eks-PLG. (hms/f4) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard