Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

BNPB Minta Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat, Satgas Darat Jadi Tumpuan

Redaksi 12-09-2026, 08:44 WIB 2 menit baca
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran menyampaikan penanganan karhutla di hadapan Kepala BNPB RI Suharyanto. (FOTO: ISTIMEWA)
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran menyampaikan penanganan karhutla di hadapan Kepala BNPB RI Suharyanto. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengevaluasi penanganan karhutla di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (11/9/2026).

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Menurutnya, seluruh unsur pemerintah dan Forkopimda harus bergerak bersama.

“Kita menghadapi kendala karena musim kemarau dan keterbatasan air bersih. Namun, kita terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk melalui sumur bor,” kata Agustiar.

Ia mengatakan dampak karhutla sudah dirasakan masyarakat. Selain mengganggu kualitas udara dan kesehatan, asap juga menghambat aktivitas warga hingga berdampak pada penerbangan dan kegiatan belajar.

“Bagi masyarakat yang terdampak, pemerintah juga menyiapkan bantuan sembako serta Rumah Oksigen yang dilengkapi obat-obatan dan vitamin,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib melaporkan perkembangan penanganan karhutla. Satgas Darat terus dikerahkan, sementara operasi udara dilakukan melalui patroli udara, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Di lapangan, kendala yang masih kami hadapi adalah akses menuju lokasi dan ketersediaan sumber air. Sarana dan prasarana pemadaman juga perlu terus diperkuat,” jelas Ahmad.

Kepala BNPB RI Suharyanto mengapresiasi kerja Satgas Karhutla Kalteng. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait sudah berjalan baik.

“Satgas Darat tetap menjadi tumpuan utama dalam pemadaman. Sementara water bombing kita gunakan untuk membantu menangani titik api yang sulit dijangkau dari darat,” kata Suharyanto.

Ia meminta seluruh jajaran tidak mengurangi kesiapsiagaan selama musim kemarau masih berlangsung.

“OMC harus terus dioptimalkan di wilayah yang berpotensi turun hujan. Penempatan armada udara juga harus disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah,” tegasnya.

Suharyanto juga meminta evaluasi dilakukan secara rutin agar kebutuhan personel, peralatan, maupun dukungan operasi dapat segera disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, unsur Forkopimda, bupati dan wali kota se-Kalteng, serta jajaran kepala OPD Pemprov Kalteng. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard