RSUD Murjani Sampit Tetapkan Faktor Kunci untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
SB, SAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit terus memperkuat penjenjangan kinerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan dengan menetapkan Critical Success Factor (CSF) atau faktor keberhasilan utama yang menjadi kunci pencapaian target pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany menjelaskan, hasil akhir yang ingin dicapai dari penjenjangan kinerja tersebut adalah meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat.
Untuk mewujudkannya, rumah sakit menetapkan sejumlah faktor kunci yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada pasien maupun penguatan tata kelola rumah sakit.
Menurutnya, terdapat dua CSF utama yang menjadi perhatian, yakni mengoptimalkan upaya kesehatan serta meningkatkan kualitas pemenuhan sumber daya aparatur (SDA).
“CSF ini merupakan hal-hal penting atau kunci utama yang harus dilakukan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai,” jelas Yulia, Rabu (16/9/2026).
Pada CSF pertama, yaitu mengoptimalkan upaya kesehatan, terdapat sejumlah indikator kinerja yang menjadi ukuran keberhasilan. Di antaranya persentase pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) rumah sakit, persentase pasien rujukan yang terlayani, serta persentase hasil survei tingkat kepuasan pelanggan rumah sakit.
Yulia mengatakan, indikator tersebut dipilih karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan, keselamatan pasien dan pengalaman masyarakat saat mendapatkan layanan kesehatan
Selain aspek medis, penguatan manajerial juga menjadi bagian penting dalam pencapaian target.
Pihaknya perlu memastikan sistem pelayanan berjalan efektif, termasuk melalui pemanfaatan digitalisasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) serta peningkatan kecepatan dan ketepatan proses antrean pasien.
“Keberhasilan peningkatan kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh aspek medis seperti dokter dan obat, tetapi juga bagaimana sistem pelayanan dan manajemen rumah sakit berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, CSF kedua adalah meningkatkan kualitas pemenuhan SDA. Salah satu indikator yang digunakan yakni persentase kegiatan umum, anggaran dan keuangan yang dilaksanakan sesuai SPM.
Menurut Yulia, penetapan faktor keberhasilan tersebut juga harus disesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki rumah sakit. Artinya, target kinerja yang ditetapkan harus realistis dan didukung oleh kemampuan anggaran maupun ketersediaan tenaga kesehatan.
“CSF yang ditetapkan harus disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia, baik dari sisi anggaran maupun tenaga yang ada. Dengan demikian, target yang ditetapkan dapat dilaksanakan dan memberikan dampak nyata terhadap pelayanan,” katanya.
Ia menambahkan, pemenuhan indikator-indikator tersebut diharapkan dapat membentuk keterkaitan yang jelas antara kinerja internal rumah sakit dengan hasil akhir yang ingin dicapai, yakni peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dengan penjenjangan kinerja tersebut, RSUD dr Murjani Sampit berupaya memastikan setiap program dan kegiatan yang dijalankan memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan serta manfaat yang dirasakan masyarakat.(f1/sb)