Lapas Perempuan Palangka Raya Bersama FORGAWARA Edukasi Warga Binaan tentang Kesehatan
SB, PALANGKA RAYA – Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya bersama Forum Keluarga Wakil Rakyat (FORGAWARA) Kota Palangka Raya memberikan edukasi kesehatan kepada warga binaan perempuan, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Lapas Sehat dan Responsif Gender: Edukasi Hak Kesehatan bagi Narapidana Perempuan” itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan, khususnya dalam pemenuhan hak kesehatan warga binaan.
Kalapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, mengatakan kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam proses pembinaan.
“Pembinaan tidak hanya tentang keterampilan, tetapi juga bagaimana warga binaan mampu menjaga kesehatan dirinya. Kami ingin mereka memiliki pengetahuan yang cukup dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hani.
Dalam edukasi tersebut, warga binaan mendapatkan materi mengenai kesehatan perempuan, termasuk cara menjaga kebersihan organ reproduksi serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Peserta juga diberikan praktik mencuci tangan dengan benar. Edukasi ini diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan warga binaan dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan ini, tetapi benar-benar diterapkan dan menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Selain edukasi kesehatan, FORGAWARA juga meninjau berbagai hasil karya kerajinan tangan warga binaan. Kunjungan tersebut sekaligus melihat perkembangan pembinaan keterampilan yang dilakukan di Lapas Perempuan Palangka Raya.
Hani mengapresiasi dukungan FORGAWARA yang turut memberikan perhatian terhadap kesehatan dan pengembangan potensi warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Kami berharap kerja sama seperti ini terus dilakukan untuk mendukung pemenuhan hak kesehatan sekaligus pengembangan potensi warga binaan perempuan,” tuturnya.
Menurut Hani, pembinaan yang diberikan di lapas diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan agar lebih siap ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin warga binaan mendapatkan pembinaan secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan, keterampilan maupun kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (f1/sb)