Bupati Kapuas Apresiasi Kiprah Ponpes Al Muhajirin Antang di Usia ke-25
SB, KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas HM Wiyatno mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Al Muhajirin Antang dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan agama dan pembinaan akhlak generasi muda.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Milad ke-25 Pondok Pesantren Al Muhajirin Antang yang dirangkai dengan kegiatan Tablig Akbar, lelang amal, dan warung amal, Kamis (5/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kapuas hadir didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Turut hadir Pimpinan Pondok Pesantren Al Mursyidul Aamiin, TG. H. Muhammad Rasyid Ridha, yang sekaligus menyampaikan tausiah dalam Tablig Akbar.
Dalam sambutannya, HM Wiyatno menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhajirin Antang, Ustadz H. Hasanudin, M.Pd., atau yang akrab disapa Abi Antang, beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Peringatan Milad ke-25 ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat hubungan antara pondok pesantren dengan masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia serta memiliki landasan keimanan dan ketakwaan yang kuat.
“Pondok pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam membangun sumber daya manusia. Melalui pendidikan agama dan pembinaan akhlak, pesantren turut mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Bupati berharap, di usia yang ke-25 tahun, Pondok Pesantren Al Muhajirin Antang semakin berkembang dan terus meningkatkan peran serta pengabdiannya dalam dunia pendidikan Islam.
“Semoga Pondok Pesantren Al Muhajirin Antang semakin maju, terus istiqamah dalam mendidik dan membina generasi muda, serta mampu melahirkan generasi yang religius, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” tutupnya. (f4)