Pemerintah Harus Pro Aktif Melakukan Pengawasan Ketersediaan dan Harga Bapok
SB, SAMPIT – Hitungan hari bulan suci ramadan akan tiba, sehingga ini biasanya akan diikuti dengan meroketnya harga barang sejumlah bahan pokok sembilan bahan pokok (sembako).
Makanya dari itu, pemerintah di wilayah Kabupaten Kotwaringin Timur (Kotim) diminta lebih pro aktif dalam melakukan pengawasan ketersediakan dan harga bahan pokok.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Syahbana.
Menurutnya, dinas terkait dalam ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama tim satgas pangan untuk aktif melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan, juga melakukan sosialisasi kepada pedagang untuk tidak menjual melebihi dari ketentuan pemerintah.
“Memang sejauh ini belum ada keluhan di masyarakat, namun alangkah baiknya pemerintah daerah pro aktif melakukan pengawasan agar harga tetap stabil dan tidak terjadi kelangkaan,” ucap Sekretaris Komisi II DPRD Kotim tersebut, Senin (20/3/2023).
Selain bahan pokok, katanya, pemerintah juga diminta memantau ketersediaan gas elpiji bersubsidi, karena belakangan ini masyarakat mulai mengeluhkan untuk mendapatkan dengan harga HET.
“Sekarang ini gas subsidi menjadi kebutuhan pokok masyarakat, jadi bukan sembako saja tetapi gas elpiji juga menjadi perhatian serius dalam penanganannya. Kami sudah sering mendengarkan keluhan masyarakat sulitnya mendapatkan di pangkalan, namun di ecekan masih banyak namun harga sudah diatas HET,” tukasnya. (sb)