Lewati ke konten utama
Kotawaringin Barat

Diduga Picu Keributan, Dua Pemain Dilarang Bermain

Redaksi 14-08-2022, 09:08 WIB 1 menit baca
Ketua Komisi Disiplin Agustiar Cup Kotawaringin Barat (Kobar) Muhamad Samsudinur didampingi Ketua PSSI Kobar Tamel Otto, memberikan keterangan kepada awak media, pada Minggu (14/8/2022). FOTO : ISTIMEWA
Ketua Komisi Disiplin Agustiar Cup Kotawaringin Barat (Kobar) Muhamad Samsudinur didampingi Ketua PSSI Kobar Tamel Otto, memberikan keterangan kepada awak media, pada Minggu (14/8/2022). FOTO : ISTIMEWA

SB, PANGKALAN BUN - Buntut dari kericuhan pemain antar Tim RSSI dan PS Samudera dalam Turnamen Agustiar Cup di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Tahun 2022, akhirnya dua pemain yang diduga sebagai pemicu kericuhan dihukum oleh Komite Disiplin Turnamen Agustiar Cup Tahun 2022.

"Kita sesalkan adanya aksi yang tidak menjunjung tinggi sportivitas, dan berujung kericuhan tersebut. Kita sanksi kedua pemain yang diduga awal kericuhan," ucap Ketua Komisi Disiplin Muhammad Samsudinnur, pada Minggu (14/8/2022).

Menurutnya, sesuai ketentuan yang berlaku, jadi sanksi tidak boleh bermain selama dua kali pertandingan terhadap pemain Tim RSSI bernama Koko Dwiangga, dan Pemain Tim PS Samudera Bakriansyah selama satu pertandingan, diberlakukan dalam babak 16 besar.

"Kedua tim tidak disanksi, karena kericuhan di luar pertandingan, sehingga hanya pemicu yang terlibat harus ditindak tegas," bebernya.

Dirinya meminta kejadian kurang baik tersebut untuk tidak terjadi lagi, dan semua pemain dapat menjunjung tinggi sportivitas. "Kami sudah mengumpulkan seluruh tim yang nantinya melakoni 16 besar, agar harapan kami kejadian kericuhan tidak akan terjadi lagi," tegasnya lagi.

Lanjut Muhammad Samsudinnur, panitia sudah menyiapkan berbagai prosedur nantinya terkait dengan pelaksanaan, agar tidak ada kejadian kericuhan, mulai pengamanan akan lebih diperketat, dan petugas keamanan ditambah. Selain itu, pihak kepolisian sudah memberikan warning terhadap seluruh para peserta turnamen, kalau terjadi pemukulan dan siapa saja yang membuat kericuhan akan bawa ke ranah pidana. 

"Polisi perketat pengamanan, dan kami yakin dengan dukungan masyarakat Kobar, agar tetap menjaga situasi terkendali, serta turnamen berjalan sukses," tandasnya. (adm)

 

 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard