Lewati ke konten utama
Provinsi

Marak Penipuan Bukti Transfer Palsu, OJK Kalteng Minta Masyarakat Hati-Hati

Redaksi 10-06-2023, 11:12 WIB 1 menit baca
Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriyandy. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriyandy. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Saat ini telah marak dengan modus penipuan mengatasnamakan pejabat, kali ini tak tanggung-tanggung dua pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo dan Sekretaris Daerah H Nuryakin dicatut namanya dalam modus pencairan dana hibah bantuan keagamaan untuk rumah ibadah.

Aksi penipuan inipun diketahui setelah H Murimin Ketua Pengurus Surau Nurul Huda di Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat menghubungi langsung Sekretaris Daerah Kalteng H Nuryakin pada Rabu malam lalu.

Dalam Menyikapi penipuan dengan mengatasnamakan Pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam pencairan dana hibah keagamaan dengan modus mengirimkan bukti transfer palsu itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng Otto Fitriyandy, mengimbau, kepada Masyarakat agar selalu waspada terhadap segala bentuk transaksi yang mencurigakan.

“Harus selalu waspada, ya termasuk jika ada yang meminta kembali uang yang telah ditransfer, setelah memperlihatkan bukti transfer palsu atas dana yang dikirim ke rekening tertentu,” tuturnya, Jumat (09/06/2023) melalui siaran persnya.

Ia pun berharap, masyarakat lebih jeli dan kritis dalam memastikan keaslian bukti transfer yang diberikan oleh siapapun. Termasuk untuk tidak terlalu gegabah dengan cepat mengirimkan uang kepada siapapun.

“Utamanya meneliti keaslian dari bukti transfer tersebut dan memastikan transaksi yang terjadi disertai dengan penyesuaian saldo rekening, sehingga bisa jelas dan kelihatan dari buktinya disaldo perbankan,” jelas Otto Fitriandy.

Dia menambahkan, pada jaman serba canggih ini kewaspadaan sangatlah diperlukan, karena jika salah bukan untung yang didapat malah buntung. Selalu berhati-hati jika menerima bukti transfer dari seseorang yang salah kirim, karena semua itu bisa diedit, sebaiknya cek kebenarannya dengan cara mengecek data mutase rekening. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard