seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Warga Palangka Raya Ditemukan Tewas Mengenaskan, Tangan dan Kaki Terikat

by Redaksi - Tanggal 13-06-2023,   jam 09:35:38
Jasad korban saat dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Jasad korban saat dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Warga Jalan Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas digegerkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki mengapung di sungai pada Senin (12/6/2023) sekitar pukul 10.30 WIB.

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan tangan serta kaki terikat dalam posisi tertelungkup. Tidak menunggu lama mayat tersebut langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya.

Kapolsek Kapuas Tengah Iptu Rahmat Tuah saat berada di kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus mengatakan, bahwa setelah dilakukan penyelidikan dan keterangan dari pihak keluarga beralamat di Kota Palangka Raya.

"Korban beralamat di Jalan Sumbawa, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya dan untuk penyebab kematiannya kita masih melakukan penyelidikan," kata Iptu Rahmat Tuah.

Sebelumnya, lanjut Kapolsek bahwa ada laporan di Polresta Palangka Raya terkait orang hilang bernama Lodoy Tamus (74) hari Kamis tanggal (8/6/2023) meninggalkan rumah hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kaki dan tangan terikat.

Sementara itu, Keluarga korban Sri Wanti menjelaskan, bahwa setelah menerima adanya penemuan mayat laki-laki pihak keluarga langsung bergegas menuju ke kamar mayat RSUD dr Doris Sylvanus untuk memastikan apakah mayat tersebut adalah salah satu keluarganya yang hilang atau bukan.

Proses autopsi dilakukan oleh dokter forensik dan disaksikan perwakilan pihak keluarga mengikuti jalannya ternyata benar sesuai dengan ciri-ciri yang memiliki tanda lahir dibagian punggung, gigi serta pakaian yang digunakan dan benar mayat itu adalah anggota keluarganya.

"Ternyata benar dan itu adalah om saya yang terdapat ciri-ciri yang sama dimilikinya," jelasnya.

Kematian korban yang tidak wajar tersebut tak lain adalah korban pembunuhan karena terdapat banyak luka lebam serta pada saat ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat. Bahkan pengakuan dari anak korban ada harta yang hilang yakni yang dan perhiasan.

"Jelas itu adalah korban pembunuhan karena tidak wajar saat ditemukan dan menurut keterangan anak korban ada yang dan perhiasan yang hilang," pungkasnya. (ab/sb)