seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Latihan SAR Beregu Basarnas Palangkaraya Resmi Ditutup

by Redaksi - Tanggal 15-06-2023,   jam 10:49:46
FOTO BERSAMA: Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya AA. Alit Supartana bersama peserta Latihan SAR Beregu di Perairan Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Palangka Raya, Kamis (15/6/2023). FOTO : BASARNAS PALANGKA RAYA FOTO BERSAMA: Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya AA. Alit Supartana bersama peserta Latihan SAR Beregu di Perairan Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Palangka Raya, Kamis (15/6/2023). FOTO : BASARNAS PALANGKA RAYA

SB, PALANGKA RAYA - Rangkaian kegiatan Latihan SAR Beregu di Perairan Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Palangka Raya resmi ditutup, Kamis (15/6/2023).

Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya AA. Alit Supartana secara resmi menutup kegiatan tersebut, dan bertempat di Aula TWA Air Hitam Sebangau Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya.

Dalam sambutannya Alit mengatakan latihan SAR beregu yang baru saja dilaksanakan cukup menguras pikiran dan fisik, dan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan penolong, khususnya bagi para rescuer dalam pelaksanaan operasi SAR yang sesungguhnya.

"Menguji standar operasional prosedur, fungsi koordinasi, manajemen posko hingga teknik pertolongan terhadap kecelakaan kapal secara efektif, cepat dan aman," jelasnya.

Lanjutnya kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 13 sampai dengan 15 Juni 2023. Selama 3 hari tersebut, para peserta dibekali beberapa materi pertolongan di air, standar operasi pertolongan di air, dasar penyelaman, manajemen posko operasi SAR dan pada hari terakhir dilakukan simulasi operasi SAR Kecelakaan Kapal di Perairan Sebangau Kereng Bangkirai. 

"Peserta yang terlibat pada latihan ini berjumlah 15 orang, yang terdiri dari Rescuer Kantor Basarnas Palangka Raya, Pos SAR Sampit dan Pos SAR Pangkalan Bun. Selama pelatihan semua peserta terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan latihan," tegasnya.

Alit meminta kepada para peserta, agar terus mengembangkan budaya belajar dan berlatih, asah terus keterampilan secara berkelanjutan hingga para peserta dapat menjadi Tim Penolong yang Profesional.

"Dan tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih terhadap para pendukung dalam kegiatan latihan ini," ucap Alit sebagai penutup.

Sementara Danar salah satu peserta latihan, mengatakan dari latihan ini banyak belajar bagaimana cara penanganan kecelakaan kapal, baik manajemen posko dan metode pertolongan yang digunakan. "Banyak manfaat didapatkan, dan penting dalam memberikan pertolongan," katanya. (adm)