Lewati ke konten utama
Provinsi

Bupati Hadiri Kesepakatan Damai 7 Damang dengan Majelis Agama Hindu Kaharingan

Redaksi 03-07-2023, 04:26 WIB 1 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat menghadiri perdamaian antara tujuh damang dengan Majelis Agama Hindu Kaharingan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor saat menghadiri perdamaian antara tujuh damang dengan Majelis Agama Hindu Kaharingan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor SH MM menghadiri kegiatan Hangkat Hambai tujuh Damang Kepala Adat dengan Tim 11 beserta lembaga Majelis Agama Hindu Kaharingan di Balai Basarah Penyang Hatampung Jalan Jenderal Sudirman km 2,7 Sampit, Senin (03/07/2023).

Yaitu tentang pelaksanaan sidang adat yang dilakukan beberapa waktu lalu memasukan pasal ayat suci penuturan dari Agama Hindu Kaharingan. Sehingga menyalahi aturan, yaitu tentang adat dan agama dipadukan.

"Hasil dari keputusan pertemuan ini ada memasukan pasal dari Ayat Suci Hindu Kaharingan, itu sendiri yang artinya kitab suci tidak boleh dibawa ke ranah adat dan hari ini kita sudah bersepakat dari kedua belah pihak untuk berdamai,” kata Halikinnor.

Dirinya juga berharap setelah pertemuan ini semoga tidak ada dendam atau perselisihan antara Agama Hindu Kaharingan dengan tujuh Damang yang melakukan pertemuan pada hari ini.

"Semoga setelah pertemuan damai hari ini tidak ada lagi dendam atau perselisihan antara kedua belah pihak,” ungkapnya.

Beliau juga berharap semoga ini jadi pembelajaran bagi semua untuk tidak mencampur ranah agama dan ranah adat agar tidak terjadi perselisihan seperti ini lagi.

Sementara, Rena S Sos selaku anak dari Demang Pertama Kotim saat diwawancara menyampaikan hasil dari pertemuan damai yang telah dilaksanakan terjadi karena adanya keputusan adat yang memuat bahasa dari Agama Hindu Kaharingan.

"Untuk keputusan tetap, kami tidak bisa membatalkan, tapi kami mencabut bahasa di sebuah keputusan adat karena adat dan agama itu berbeda dan tidak bisa di campur aduk," ucapnya.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kotim, lembaga keadatan, lembaga keagamaan dan berharap semoga kedepannya lembaga adat dan keagamaan bisa bersatu. (f2/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard