Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Hilangkan Anggapan Sekolah Favorit, Fasilitas Sarana Pendidikan Semua Sama

Redaksi 15-07-2023, 11:55 WIB 1 menit baca
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing. (FOTO:ISTIMEWA)
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Untuk meminimalisir kesenjangan pada sektor pendidikan khususnya setiap sekolah yang ada di wilayah Kalteng terutama ditingkat SMA/SMK, sarana maupun fasilitas pendidikan tentunya harus dapat ditingkatkan.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing mengatakan, kesenjangan pada sektor pendidikan ini dapat dilihat dari setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB).

"Sekarang ini di masyarakat masih ada anggapan sekolah favorit dan tidak. Jadi banyak orang tua yang mendaftar ke sekolah yang dianggap favorit, sebab memiliki sarana dan fasilitas memadai,” ujarnya, Rabu, (12/07/2023)

Dirinya mengungkapkan, anggapan sekolah favorit para orangtua sudah harus dihilangkan, karena saat ini pemerintah tak memberlakukan adanya sekolah favorit ataupu tidak. Semua sekolah sama Jadi taka da kesenjangan antara sekolah satu dengan lainnya.

“Saat ini sudah tidak ada lagi sekolah favorit atau tidak, semuanya merata dan sama. Maka dari itu diterapkanlah sistem zonasi oleh pemerintah, hal ini dilakukan supaya tidak terjadi penumpukan pendaftar disatu sekolah dan harus mendaftar di sekolah sesuai dengan zonasi,” katanya.

Namun, lanjut Duwel, kenyataannya masih banyak anak-anak yang mendaftar di sekolah yang tidak masuk zonasi wilayahnya. Hal ini disebabkan sekolah yang didaftar itu dianggap favorit dan pastinya pendidikan yang akan didapatkan akan lebih memadai dibanding sekolah dalam zonasi yang dianggap tidak favorit.

"Inilah yang masih menjadi dilema pada saat ketika PPDB. Harusnya ini menjadi perhatian pemerintah, peningkatan sarana atau fasilitas pendukung pendidikan itu harus merata, supaya semua sekolah memiliki kualitas sama dan dapat menghilangkan anggapan sekolah favorit atau tidak," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, terkait keluhan PPDB yang kerap terjadi di wilayah perkotaan. Sedangkan di wilayah pedesaan itu hampir tidak ada. Keluhan itu terjadi karena adanya fenomena anggapan sekolah favorit atau tidak tersebut, dan sangat diharapkan anggapan ini bisa dihilangkan dengan peningkatan sarana maupun fasilitas secara merata. (mda/ok)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard