Warga Kapuas Gelar Salat Istisqa Bupati Berharap Segera Turun Hujan
SB, KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kapuas menggelar Salat Istisqa atau salat memohon hujan secara berjamaah di halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas, Senin (14/9/2026) pagi.
Salat Istisqa yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut menjadi ikhtiar batiniah sekaligus bentuk kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam merespons kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Kabupaten Kapuas.
Kegiatan dihadiri langsung Bupati Kapuas H. M. Wiyatno, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta jajaran ASN.
Ribuan jamaah turut mengikuti Salat Istisqa dengan khusyuk. Mereka berasal dari masyarakat umum, pemuda, pelajar, siswa-siswi, hingga santri dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kuala Kapuas.
Bertindak sebagai imam Salat Istisqa yakni Ketua Umum MUI Kabupaten Kapuas Ustaz H. Ahmad Mujahidin. Sementara khutbah disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kapuas Drs. H. Nurani Sarji, M.Pd.
Rangkaian ibadah dipandu Bilal H. Khairani, S.Pd.I., dan pembawa acara H. Samsul Bahri, M.P. Sementara kepanitiaan dikoordinasikan Ketua PD Muhammadiyah Kapuas Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd.
Dalam khutbahnya, H. Nurani Sarji mengajak jamaah melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, merendahkan hati, serta menjaga persatuan di tengah kondisi kemarau yang melanda.
Jamaah juga diajak bersama-sama memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa hujan yang membawa keberkahan serta mengakhiri dampak kekeringan dan kabut asap di Kabupaten Kapuas.
Bupati Kapuas H. M. Wiyatno berharap doa dan ikhtiar bersama tersebut mendapat ridha Allah SWT sehingga hujan segera turun dan kondisi karhutla maupun kabut asap dapat segera teratasi.
“Semoga kabut asap ini dapat segera teratasi dan hujan cepat turun agar bencana karhutla cepat berakhir,” ujar Wiyatno.
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung khusyuk dan khidmat. Pemkab Kapuas berharap sinergi antara ikhtiar penanganan di lapangan dan doa bersama dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi lingkungan serta membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.
Salat Istisqa ini juga menjadi momentum untuk menguatkan kepedulian bersama dalam menghadapi dampak kemarau, sekaligus mengajak masyarakat terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. (HMS/sb)