Lewati ke konten utama
Pemkab Gunung Mas

31 Perawat di Gumas Ikuti Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support

Redaksi 02-08-2023, 09:17 WIB 2 menit baca
Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support yang diselanggarakan RSUD Kuala Kurun. (FOTO:ISTIMEWA)
Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support yang diselanggarakan RSUD Kuala Kurun. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, KUALA KURUN – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Unit Pelayanan Terpadu (UPT), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun mengadakan kegiatan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi perawat, bertempat di Gedung UPT RSUD Kuala Kurun pada Rabu (02/08/2023).

Kegiatan tersebut diikuti 31 peserta dari perawat dengan tujuan untuk memberikan pertolongan nyawa pasien, sehingga bagi peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan secara serius mengikuti BTCLS tersebut.

“Ini adalah syarat utama yang wajib dimiliki oleh tenaga kesehatan, khususnya bagian keperawatan sebagai standar akreditasi rumah sakit. Dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar bagi tenaga kesehatan bagi perawat yang ada di lingkungan UPT RSUD Kuala Kurun,” ucap Direktur UPT RSUD Kuala Kurun, Rusni D Mahar.

Ia mengatakan, maka dalam memberikan pelayanan atau pertolongan pertama dengan tepat dan benar saat pertama kali menemukan korban tidak sadar.

Dirinya berharap dengan adanya kegiatan pelatihan tersebut seluruh peserta dapat mengikuti secara sungguh-sungguh dan mencapai hasil yang memuaskan agar mampu menciptakan pelayanan prima di UPT RSUD Kuala Kurun.

“Saya meyakini semua yang hadir pada kesempatan ini memiliki pemikiran yang sama untuk memberikan yang terbaik kepada UPT RSUD Kuala Kurun,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Panitia Pelatihan BTCLS, Seddi berharap, kegiatan pelatihan BTCLS tersebut dapat terus berlanjut setiap tahunnya, dikarenakan hal tersebut wajib dimiliki oleh perawat, bidan dan tim rujukan dalam meningkatkan mutu layanan dan standar akreditasi.

“Kegiatan ini sangat penting dalam memberikan layanan kesehatan kepada pasien, khusus pada saat memberikan pertolongan pertama. Sehinggaini adalah salah sau unik mereflek diri bagi para perawat atau bidang, maka dari itu semoga ilmu yang didapat benar-benar diterafkan untuk membantu pasien saat tidak sadarkan diri,” sebutnya.

Dan disampaikanya, kegiatan tersebut setidaknya diikuti 31 orang peserta yang terdiri dari perawat dan manajemen, berlangsung dari tanggal 2 Agustus sampai dengan 6 Agustus 2023 secara daring dan luring. (*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard