Waspada Kualitas Udara Memburuk Akibat Sering Terjadi Karhutla
SB, PALANGKA RAYA – Pada Musim kemarau tahun ini, Banyak lahan-lahan di wilayah Kota Palangka Raya sering mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam satu hari saja, titik kebakaran meningkat terus menerus, yang biasanya hanya 4 titik, kini sudah mencapai delapan titik dalam satu harinya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Norhaini meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui instansinya untuk waspada dengan kondisi tersebut.
“Akibat seringnya terjadi Karhutla di Kota Palangka Raya, maka kualitas udara akan semakin memburuk dan tetunya hal ini akan mengganggu aktifitas masyarakat,” ucapnya, Selasa (22/08/2023).
Legislator asal partai Golongan Karya (Golkar) ini juga menyampaikan, dampak paling buruk dalam karhutla yakni pada kesehatan, ancaman penyakit pernapasan apabila kualitas udara memburuk adalah ISPA.
“Saya meminta juga kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk tidak membakar hutan dan lahan disaat musim kemarau ini, karena selain dapat menyebabkan kualitas udara memburuk juga bisa menyebabkan kabut asap,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, pada musim kemarau ini partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam menanggulangi Karhutla, Kita tidak bisa mengandalkan petugas terus menerus karena keterbatasan personilnya, maka disinilah peran masyarakat sangata diperlukan dalam mencegah Karhutla. (mda/ok)