Lewati ke konten utama
Provinsi

Karhutla Dekat Kantor Kecamatan MHS, Asap Tebal Ganggu Jalan Sampit-Seruyan

Redaksi 10-09-2026, 11:12 WIB 1 menit baca
Tampak petugas berusaha memadamkan karhutla yang membesar di sekitar Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak petugas berusaha memadamkan karhutla yang membesar di sekitar Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api membakar lahan di Jalan HM Arsyad, Kelurahan Samuda Kota, tepat di sekitar Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Rabu (9/9/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIB itu memicu kepulan asap tebal hingga menutupi ruas jalan Sampit-Seruyan. Jarak pandang pengendara pun terganggu.

Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju. Bahkan, ada pengendara yang memilih berhenti karena kondisi jalan dinilai cukup berbahaya untuk dilalui.

“Saat saya lewat di Jalan HM Arsyad depan kantor kecamatan, asapnya sangat tebal. Banyak kendaraan yang memilih berhenti karena jarak pandang sangat pendek dan tidak aman untuk dilewati,” kata seorang pengendara, Chandra.

Petugas gabungan yang mendapat informasi langsung menuju lokasi. Pemadaman dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak asap terhadap pengguna jalan.

Warga Samuda, Bachtiar, mengatakan api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.00 WIB.

“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Namun, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi wilayah selatan Kotim. Berdasarkan data akumulasi hotspot 24 jam yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit pada 9 September 2026, Kecamatan MHS menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Kotim, mencapai 56 titik.

Angka tersebut disusul Kecamatan Teluk Sampit dengan 45 hotspot dan Pulau Hanaut sebanyak 39 hotspot.

Jika dijumlahkan, tiga kecamatan di wilayah selatan tersebut menyumbang 140 hotspot dari total 270 titik panas yang terpantau di Kabupaten Kotim.

Tingginya jumlah hotspot menunjukkan kawasan selatan Kotim masih berada dalam kondisi rawan Karhutla. Kewaspadaan masyarakat dan pemantauan di lapangan pun dinilai perlu terus ditingkatkan untuk mencegah kebakaran meluas. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard