Perdagangan Secara Digital Harus Segera Disikapi Pemerintah
SB, PALANGKA RAYA – Saat ini pasar fisik seperti pasar tradisional sudah berangsur sepi beralih ke system penjualan secara online, sehingga membuat omset pedagang tradisional mengalami penurunan omset.
Manghadapi kemajuan jaman, Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan memberikan perhatian terhadap perdagangan digital.
Dia mencermati, salah satu faktor sepinya pasar fisik adalah adanya e-commerce dan social commerce, seperti aplikasi Tiktok.
Ia menyebut adanya social commerce saat ini selain dapat menjadi wadah alternatif bagi UMKM untuk menjual produknya, namun juga mengandung ancaman bagi UMKM dalam perdagangan digital.
"Karena itu saya berharap pemerintah daerah melalui Disperindag dapat memberi perhatian lebih terhadap perdagangan digital saat ini," katanya, Selasa (12/09/2023).
Saat ini kata dia masyarakat diberikan ruang untuk live jualan produk, kemudian yang laku-laku barangnya di cloning atau diproduksi ulang dengan tiruan.
"Ini dapat merugikan UMKM. Banyak sekali UMKM kita yang mengeluh ketika dia produknya laku berjuta-juta kemudian di minggu berikutnya ada produk yang mirip persis kualitasnya sama tapi dijual dengan harga yang jauh lebih murah,"ungkapnya.
Khemal menjelaskan, kemajuan jaman tak bisa dipungkiri maka dari itu Kita pun juga harus bisa mengimbangi dengan bekal yang cukup, sehingga tidak akan ketinggalan dalam menggunakan system digital yang saat ini sudah jadi kebutuhan di masyarakat. (mda/ok)