Hujan Kotim Belum Mampu Padamkan Karhutla Gambut Tebal
SB, SAMPIT - Meski hujan lebat mengguyur sejumlah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dua hari ini, tetap saja belum sepenuhnya memadamkan kebakaran lahan. Asap mengepul dari bekas kebakaran lahan yang terjadi sebelumnya terlebih dilahan gambut tebal juga masih tinggi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam mengatakan, daerah Kotim sendiri didominasi oleh lahan gambut yang terbentuk dari timbunan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, hingga bangkai hewan yang membusuk di dalam tanah sehingga tidak bisa dilakukan dengan memadamkan atasnya saja.
"Untuk wilayah Kota Sampit relatif aman tapi masih ada yang belum benar benar padam. Banyak yang masih mengeluarkan asap karena itu gambut tebal. Walaupun ada hujan besar di wilayah Jalan Pramuka masih tetap ada kebakaran,” ungkap Multazam Jumat (20/10/2023).
Dijelaskan saat ini kebakaran lahan tersebut langsung di tangani oleh Tim Manggala Agni Kalimantan III. Sejumlah personel langsung personil langsung melakukan pemadaman di sela hujan yang turun.
"Penanganan di lakukan oleh Tim Manggala Agni. Gambutnya tebal sekali,” jelas Multazam.
Karakteristik yang khas lahan gambut ini bisa menyimpan bara api hingga kedalaman tertentu dengan adanya material organik yang mengering dan keberadaan oksigen di pori-pori gambut tersebut dari kemarau panjang.
Kondisi inilah yang kerap menjadi kendala petugas yang melakukan pemadaman karhutla, hingga perlu upaya ekstra untuk mengatasinya. Meski, kebakaran permukaan tanah terlihat sudah padam, namun api sewaktu-waktu bisa kembali muncul apabila tidak dipadamkan sampai akarnya.
"Kami bersykur hujan dua hari ini cukup berdampak kepada kualitas udara hingga Jumat hari ini ISPU menunjukan 54 yang artinya sedang dibanding sebelumnya,” tutupnya.
Pihaknya berharap semoga hujan masih ada hinggackonfisi benar benar aman untuk kualitas udara namun saat ini pihaknya masih tetap siaga untuk mengantisipasi kondisi di lapangan. (f1/sb)