Lewati ke konten utama
Provinsi

HKTI Kapuas Timur Akui Gagal Panen, Diduga Serangan Tungro

Redaksi 06-10-2022, 12:40 WIB 1 menit baca
Suhardi
Suhardi

SB, KUALA KAPUAS - Produksi hasil pertanian paritas padi lokal masa tanam April-September (Asep) 2022 di wilayah Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas mengalami kegagalan panen, dan bahkan ada yang mencapai gagal total. Pernyataan tersebut, ditegaskan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kapuas Timur, Suhardi.

"Secara umum, petani apabila panen padi mengalami penurunan dari biasanya, maka disebutkan sebagai gagal panen. Kami mengharapkan secepatnya Pemerintah Daerah turun tangan," ucap Suhardi di Kapuas, Rabu (5/10/2022).

Lanjutnya, kegagalan panen padi lokal tahun ini, diduga akibat serangan hama tungro, namun tidak bisa lepas pula dari kondisi iklim alam yang saat ini masih tidak menentu, dan debit air pasang bisa tinggi, serta tergenang bisa mengakibatkan kadar asam mengalami kenaikan.

"Di Kapuas 7 wilayah pertanian dan yang paling parah adalah Desa Anjir Serapat Timur yang mengalami gagal panen mencapai 90 persen," tegas Mantan Komisioner KPU Kapuas ini.

Kata Suhardi, kemudian sekitar 80 persen mengalami gagal panen adalah Desa Anjir Serapat Tengah, dan turun berpartisipasi hingga Desa Mambulau Barat.

"Bayangkan, lahan satu hektar hanya menghasilkan padi sekarung. Jangan untuk bayar utang pupuk, dan lainnya, apalagi untuk makan sudah tidak bisa diharap," jelasnya.

Suhardi menyampaikan atas nama petani, sangat mengharapkan bantuan pemerintah secepatnya turun tangan membantu petani untuk bertahan hidup, menyiapkan lahan dengan memberikan pupuk berkualitas, serta bibit dan pengolahan.

"Pertanian Kapuas secara umum masih menggunakan paritas lokal, atau padi tahunan sedangkan paritas unggul masyarakat kita masih belum begitu memahami," tandasnya. (dn)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard