Komandan BKSDA Pos Sampit bersama petugas melakukan observasi kemunculan orang utan. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit melakukan observasi lokasi kemunculan 3 orang utan di dekat kebun petani Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 15, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Kelompok Tani Mandiri Makmur Sampit bahwa orang utan yang pernah terlihat dilokasi tersebut berjumlah 3 individu.
"Dari keterangan anggota kelompok tani berjumlah 3 individu," kata Muriansyah pada Jumat (10/11/2023).
Dirinya menjelaskan, kemunculan satwa yang dilindungi itu memicu kekhawatiran. Karena lokasi tersebut sedang digarap kelompok tani untuk penanaman padi seluas 108 hektare dan oenanaman sawit.
"Kami sudah melakukan observasi dan tidak menemukan orang utan namun menemukan dua buah sarang orang utan yang telah ditinggalkan. Sebenarnya tak usah panik namun para petani khawatir orang utan merusak tanaman mereka," ujarnya.
Ia bertemu dengan 16 anggota kelompok tani yang sedang menanam padi dan sejumlah warga lain di sekitar lokasi kemunculan orangutan.
"Kami memberikan pengarahan kepada anggota kelompok tani dan warga yg ditemui, terkait perilaku orangutan dan meminta apabila orangutan datang lagi segera melapor ke petugas dan memantau pergerakannya," tambahnya.
Pihaknya menduga, kemunculan orang utan tersebut pasalnya habitat tempat berlindungnya terdampak kebakaran hutan dan lahan.
"Kasusnya sama seperti Buaya kalau habitatnya udah tak ada dia akan mencari tempat perlindungan lain," tukasnya. (f1/sb)