seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Karyawan Perusahaan Sodomi Anak Bawah Sebanyak Tiga Kali

by Redaksi - Tanggal 12-10-2022,   jam 11:10:23
DITANGKAP : Oknum karyawan PT KLS tak berkutik saat diringkus pihak kepolisian. FOTO : POLISI DITANGKAP : Oknum karyawan PT KLS tak berkutik saat diringkus pihak kepolisian. FOTO : POLISI

SB, PULANG PISAU - Seorang karyawan PT Karya Luhur Sejati (PT KLS) diduga melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki bawah umur di sebanyak tiga kali.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku berinisial MA (28) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa meringkuk di sel tahanan Polres Pulang Pisau (Pulpis).

Kasi Humas Polres Pulang Pisau, AKP Daspin mengatakan, kronologi kejadian tersebut bermula pada Jumat 16 September 2022 sekitar pukul 14.00 WIB, terlapor MA pulang kerja lalu meminta korban yang masih berusia 7 tahun datang ke barak pelaku main ponsel.

Setelah sampai barak, korban dikasih ponsel dan diminta tengkurap di kasur lalu terlapor melepaskan celana korban sehingga langsung dicabuli selama 2 menit.

Pada hari yang lain, Minggu 25 September 2022 terlapor kembali melakukan pencabulan kepada korban dan pencabulan ketiga dilakukan pada Minggu 2 Oktober 2022 sekira jam 15.00 WIB dibelakang barak karyawan.

"Pencabulan sodomi tersebut dilakukan pelaku sebanyak tiga kali. Dan terungkapnya korban kesakitan buang air besar dan disampaikan kepada orang tuanya bahwa dia mendapat perlakukan kekerasan seksual oleh pelaku. Orang tuanya tak terima langsung dilaporkan ke pihak berwajib," terang Daspin, Rabu (12/10/2022).

Hasil lapor orang tua korban, kata Daspin, dilakukan penyelidikan dan setelah cukup bukti pelaku langsung ditangkap ditempat persembunyian.

"Selain pelaku, barang bukti yang diamankan satu baju olahraga dan celana panjang. Pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang," tukasnya. (ok)