Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Atasi Banjir, DSDABMBKPRKP Kotim Turunkan Alat Berat Sei Baamang

Redaksi 08-01-2024, 04:33 WIB 1 menit baca
Tampak alat berat amfisi diturunkan untuk mencegah banjir kawasan Kecamatan Baamang. (FOTO:ABU)
Tampak alat berat amfisi diturunkan untuk mencegah banjir kawasan Kecamatan Baamang. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menurunkan alat berat amfibi untuk percepatan penanggulangan banjir pada musim hujan ini.

Jabatan Fungsional Ahli Muda Jasa Konstruksi dan Pengendalian DSDABMBKPRKP Kotim Uwung mengatakan, proses pengerukan normalisasi anak sungai Sei Baamang dilaksanakan sejak November 2023 lalu dan akan bermuara di Sei Mentaya.

"Sudah tiga bulan kita sudah melakukan pengerukan mulai dari sungai Bamaang ke perumahan Jawajiya. Terhitung kurang lebih sudah capai tiga kilo dan sudah aman tidak terjadi banjir lagi. Sekarang kita lanjut dari daerah Jayawijaya,” kata Uwung, Senin (8/1/2024).

Uwung menjelaskan, daerah Jayawijaya belum bisa direalisasikan pasalnya masih banyak dapur warga yang di pinggir sungai yang berdampak akibat pengerukan. Olehnya itu pihaknya harus berkoordinasi dengan lurah dan camat setempat terlebih dahulu untuk dilakukan pemetaan.

"Camat dan lurah harus melakukan pemetaan terlebih dahulu agar alat beras bisa masuk. Dan untuk target kita awal Maret 2024 sudah selesai,” ujarnya.

Lanjutnya, total keseluruhan panjang Sei Bamaang yang harus di keruk belum bisa diukur karena pihaknya baru pertama kali langsung menurunkan alat berat ke lokasi.

"Kita belum ukur total panjang Sei Bamaang keseluruban karena sebelumnya ini masuk pengerjaan Provinsi namun kita ambil alih ke kabupaten. Tapi nanti kita ukur ulang keseluruhannya,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard