Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Jalan Lingkar Utara Semakin Parah, DPRD Kotim Angkat Bicara

Redaksi 02-03-2024, 12:34 WIB 1 menit baca
Tampak kondisi Jalan Lingkar Utara makin parah, banyaknya jalan berlobang membahayakan pengendara. (FOTO:SATTAR)
Tampak kondisi Jalan Lingkar Utara makin parah, banyaknya jalan berlobang membahayakan pengendara. (FOTO:SATTAR)

SB, SAMPIT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi IV Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pardamean Gultom mengaku sudah bosan berjuang menyuarakan pembangunan jalan lingkar selatan.

Sebab, aspirasi masyarakat beberapa tahun terakhir nyaris tidak pernah direspons secara konkret oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Sudah bosan urusan bolak-balik ke provinsi untuk menyampaikan kondisi jalan lingkar selatan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Toh tidak pernah ada perhatian dan keberpihakan anggaran juga untuk itu,” kata Pardamean Gultom, Rabu (02/03/2024).

Gultom membeberkan, pihaknya telah menyampaikan ke Dinas terkait yang membidangi untuk tidak berharap banyak lagi ke provinsi membiayai perbaikan jalan tersebut.

“Saya sampaikan supaya mencari alternatif lain, salah satunya pola konsorsium, karena terlalu sulit menunggu anggaran dari provinsi,” ujarnya.

Menurut politikus Partai Nasdem ini, rata-rata truk bermuatan semuanya melintas di Kota Sampit. Untuk ruas jalan Kapten Mulyono, Pelita, hingga HM Arsyad hanya tinggal menunggu hitungan bulan dan akan kembali rusak parah seperti sebelumnya.

“Jalan itu paling lama bertahan sampai pertengahan tahun ini akan rusak, karena yang melintas di atasnya melebihi batas kemampuan jalan,” kata Gultom.

Dia melanjutkan, angkutan truk tidak bisa disalahkan sepenuhnya melintasi jalanan kota, karena kondisi jalan lingkar selatan memang tidak memungkinkan dilintasi truk bermuatan.

“Artinya, pemkab harus bergerak cepat membangun jalan lingkar sebelum uang puluhan miliar APBD nanti harus dikucurkan lagi untuk perbaikan ruas jalan yang rusak karena dilewati angkutan perusahaan itu,” katanya.

Dirinya juga menambahkan permasalahan yang ada di Kotim ini terlalu kompleks sehingga dapat disimpulkan bahwa Kotim kalau dilihat dari segi politik seakan-akan menjadi wajah lain dari Provinsi Kalteng dari segi Infrastruktur dan pembangunan.

"Disparitas pembangunan di Kotim ini terlalu menonjol sehingga Kotim bisa dikatakan merupakan wajah lain dari Provinsi Kalteng," tutupnya. (f3/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard