Lima DPK Lasqi Dikukuhkan, Dina Maulidah Dorong Pembinaan Berkelanjutan
SB, PURUK CAHU– Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, mendorong agar pembinaan seni dan budaya Islami melalui Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya dilakukan secara berkelanjutan, khususnya dalam mengembangkan potensi generasi muda di daerah.
Hal tersebut disampaikan Dina Maulidah saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan lima Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya periode 2026-2030 di Gedung Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Murung Raya, Kamis (10/9/2026) malam.
Lima DPK yang dikukuhkan berasal dari Kecamatan Murung, Tanah Siang Selatan, Laung Tuhup, Permata Intan dan Sumber Barito. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Gebyar Musik Islami (GMI) Tahun 2026 yang dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan.
Dina mengatakan, pengukuhan DPK hingga tingkat kecamatan merupakan langkah positif dalam memperkuat organisasi sekaligus memperluas jangkauan pembinaan seni Islami di Kabupaten Murung Raya.
Menurutnya, keberadaan Lasqi tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelestarian seni qasidah dan musik Islami, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas secara positif.
“Pembentukan dan pengukuhan DPK ini tentunya menjadi langkah positif untuk memperkuat pembinaan seni Islami hingga ke tingkat kecamatan. Kami berharap pengurus dapat menjalankan amanah dengan baik dan terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakatnya,” ujar Dina.
Ia menilai, kegiatan Gebyar Musik Islami dapat menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit berbakat di bidang seni Islami. Namun, potensi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan, pelatihan dan pendampingan secara konsisten.
Dina menegaskan, pembinaan tidak seharusnya berhenti setelah peserta mengikuti perlombaan. Generasi muda yang memiliki kemampuan dan prestasi perlu diberikan kesempatan untuk terus mengasah keterampilan agar dapat berkembang dan berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Yang paling penting adalah bagaimana potensi anak-anak dan generasi muda ini terus dibina. Jangan sampai setelah mengikuti perlombaan kemudian tidak ada lagi pendampingan. Mereka perlu diberikan ruang untuk terus berlatih dan berprestasi,” katanya.
Menurut Dina, penguatan seni Islami juga memiliki nilai penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Melalui kegiatan yang positif, generasi muda tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan seni, tetapi juga dapat belajar mengenai kedisiplinan, kerja sama, kreativitas serta nilai-nilai keagamaan.
Karena itu, ia mendorong pengurus Lasqi untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, lembaga pendidikan, orang tua dan berbagai elemen masyarakat dalam menyusun program pembinaan yang berkelanjutan.
“Pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, perlu ada kolaborasi antara organisasi, pemerintah, orang tua, tokoh agama dan masyarakat agar potensi yang dimiliki anak-anak kita dapat berkembang secara maksimal,” ungkapnya.
Dina berharap lima DPK yang baru dikukuhkan mampu menjalankan program kerja secara aktif dan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Dengan demikian, pembinaan seni Islami tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai kecamatan.
Ia juga berharap Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya semakin solid dan mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter serta memiliki kecintaan terhadap seni dan budaya Islami.
“Semoga Lasqi Nusantara Jaya semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi muda Murung Raya yang berprestasi di bidang seni Islami, sekaligus memiliki karakter dan akhlak yang baik,” pungkas Dina. (Ang)