seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Gunung Ruang di Sulawesi Utara Naik ke Level Siaga, 828 Jiwa Mengungsi

by Redaksi - Tanggal 18-04-2024,   jam 09:05:31
Tampak letusan Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. (FOTO:ISTIMEWA) Tampak letusan Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SULAWESI UTARA - Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, telah naik ke Level Siaga (III) dari Level Waspada (II) pada 16 April 2024 pukul 16.00 WITA. Peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau melalui pemantauan visual dan instrumental menjadi penyebabnya.

Letusan terjadi pada malam Selasa 16 April 2024 di Desa Pumpente dan Desa Patologi, Kecamatan Tagulandang. Kemudian pada Rabu 17 April 2024, kembali terjadi letusan pukul 01:30 WIB, disertai hujan abu vulkanik.

Aktivitas tersebut menyebabkan gangguan jaringan sinyal komunikasi atau internet di Kampung Laingpatehi.

Sebanyak 272 Kepala Keluarga atau sekitar 828 jiwa mengungsi, dengan sebagian besar berada di rumah kerabat dan saudara di daratan Pulau Tagulandang.

Tempat pengungsian antara lain Gereja GMIST Nazareth Bahoi, Balai Latihan Kerja Bahoi, GOR Tagulandang dan Balai Pertemuan Umum (BPU) di Kecamatan Tagulandang. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan alternatif pengungsian di rumah-rumah ibadah di wilayah Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara.

Pemerintah Kepulauan Siau Tagulandang pun menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, mulai tanggal 16 hingga 29 April 2024.

“Kita bersama pemerintah Provinsi sudah bergerak cepat memberika bantuan kepada warga yang terdampak dan mengevakuasi mereka yang lokasi yang aman. Bantuan yang diberikan berupa tikar, selimut, dan masker serta melakukan kaji cepat, evakuasi, dan penyiapan sarana evakuasi di Kecamatan Tagulandang,” ungkap Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Masyarakat dari Desa Patologi dan Desa Pumpente dievakuasi ke Kecamatan Tagulandang menggunakan 2 unit kapal Ferry (KMP Lokong Banua dan KMP Lohoraung), serta perahu penyeberangan milik warga. Pemerintah daerah telah menyiapkan personel dari berbagai instansi untuk membantu penanganan darurat.

PVMBG memberikan rekomendasi agar masyarakat tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 4 km dari pusat kawah aktif Gunung Ruang. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ruang melalui aplikasi MAGMA. (*)