seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Konser Batal Terselenggara, EO Bajenta Fest 2024 Dipolisikan

by Redaksi - Tanggal 19-04-2024,   jam 05:44:38
Sejumlah korban sambil membawa bukti untuk melaporkan EO Bajenta Fest 2024. (FOTO: ISTIMEWA) Sejumlah korban sambil membawa bukti untuk melaporkan EO Bajenta Fest 2024. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Sejumlah perwakilan para korban dari batal terselenggaranya event musik Bajenta Fest 2024 di Kota Palangka Raya datang berbondong-bondong ke kantor kepolisian setempat, pada Jumat (19/4/2024) sore.

Awalnya para korban mendatangi ke Polresta Palangka Raya dengan membawa sejumlah alat bukti. Dari petugas kepolisian setempat, korban diarahkan untuk membuat laporan resmi di Mapolda Kalteng.

Untuk diketahui, rencananya para musisi yang dijadwalkan akan tampil pada Kamis (18/4/2024) kemarin itu, yakni group musik asal DIY Yogyakarta, NDX A.K.A. Kemudian Adera, TBA dan juga Raissa Anggiani.

Para korban merasa ditipu karena telah jauh-jauh hari telah memesan tiket, namun dari pihak EO membatalkan secara sepihak pada hari H atau beberapa jam sebelum pelaksanaan event tersebut.

Koordinator korban Bajenta Fest 2024, Riang mengungkapkan, kedatangan pihaknya ini adalah untuk membuat laporan yang mana tujuannya, yaitu untuk membuat efek jera kepada penyelenggara dan agar kedepannya tidak ada lagi oknum yang sembarangan membuat event seperti itu dan dibatalkan sepihak.

“Pembatalan itu dilakukan secara sepihak oleh EO-nya pada hari H dan hanya menjelang beberapa jam sebelum pelaksanaan konser tersebut,” katanya saat ditemui awak media, Jumat (19/4/2024).

Lanjutnya, para korban dari batal konser musik ini tidak hanya berasal dari Kota Palangka Raya, melainkan banyak juga yang dari luar. Seperti Peruk Cahu dan juga Samarinda. Bahkan dari mereka sudah ada yang memboking hotel hanya untuk menyaksikan konser tersebut,” celetuknya.

“Kami memang ingin meminta pengembalian uang nantinya. Tetapi itu urusan belakangan saja, yang terpenting saat ini adalah untuk membuat laporan terhadap penyelenggara event tersebut,” tegasnya.

Sambunya, saat ini terkoordinir para korban itu sudah ada sekitar 400an orang. Sebagian dari korban sudah ada menghubungi ke pihak panita khususnya yang berinisial CE itu, namun ada yang ditanggapi dan ada yang tidak.

“Untuk saat ini tanggapan dari panitianya meminta maaf dan mohon diberikan waktu guna pengembalian uang itu sekitar tujuh bulan. Tentu kami tidak menginginkannya hal itu, takutnya justru hilang,” tutupnya.

Sementara itu, pihak dari EO Bajenta Fest 2024 itu sendiri belum memberikan apapun ketika awak media mencoba menghubunginya melalui whatsapp.

Namun dari rilis tertera pada akun instagram resmi Bajenta Fest 2024, bahwa mereka meminta permohon maaf kepada seluruh pihak atas batal terselenggaranya evet tersebut.

“Selamat pagi teman-teman Pahari Bajenta. Kami memohon maaf dan sangat menyesali ini. Kepada Pahari Bajenta senua, kami informasikan bahwa konser ini dinyatakan batal untuk diadakan,” tulis akun Bajenta Festa 2024 pada instagram resminya. (rk/sb)