Proses mediasi dan edukasi yang dilakukan oleh Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Sungguh miris perbuatan yang dilakukan oleh seorang remaja di Palangka Raya berinisial MS (18). Ia nekat merekayasa perbuatan bunuh diri hanya karena soal asmara.
Kejadian percobaan bunuh diri ini berawal usai mediasi yang dilakukan oleh Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalimantan Tengah kepasa sepasang remaja antara MS dan kekasihnya wanita dengan nama samaran Bunga (18).
Satu tahun menjalin hubungan pacaran, diujung hubungan keduanya, Bunga mengaku sudah tidak tahan lagi menjalin hubungan asmara dengan MS karena terlalu posesif dan tempramental.
Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng Ipda Shamsuddin mengungkapkan, bahwa malam harinya usai medias itu MS mengaku akan bunuh diri lompat dari atas Jembatan Kahayan.
Tak berselang lama, ada seseorang menghubungi Cak Sam bahwa ditemukan sepeda motor scoopy dan sandal di atas Jembatan Kahayan namun orangnya tidak ada. Cak Sam kemudian menghubungi Polsek Pahandut dan relawan Emergency Responce Palangka Raya (ERP). Setelah dicek ke TKP, ternyata informasi tersebut tidak benar.
"Setelah diselidiki, ternyata nomer whatsapp yang menguhungi saat itu adalah nomer whatsapp yang juga dimiliki oleh MS. Jadi ia berpura-pura ingin bunuh diri agar Bunga iba dan mau balikan dengannya,” katanya, Rabu (1/5/2024).
Menurutnya, perbuatan tidak terpuji itu tentunya sangat tidak patut untuk dicontoh. Kemudian MS dipanggil untuk diberikan edukasi dan pembinaan agar tidak memaksa seseorang yang sudah tidak mencintainya dan tidak boleh menyebarkan foto atau video pornografi.
“MS selanjutnya kami berikan pembinaan kembali agar tidak menyebarkan hoaks dan harus bisa menerima kenyataan bahwa Bunga sudah tidak mau lagi,” tandasnya. (rk/sb)