Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Atasi Banjir Jangka Panjang, Pemkab Kotim Anggarkan Tali Asih

Redaksi 05-05-2024, 02:09 WIB 1 menit baca
Pemerintah Kotim saat membuat tanggul sementara mencegah banjir. (FOTO: ABU)
Pemerintah Kotim saat membuat tanggul sementara mencegah banjir. (FOTO: ABU)

SB, SAMPIT - Guna mengatasi banjir yang menyebabkan sejumlah pemukiman warga Sampit terendam. Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyiapkan jangka panjang dengan menganggarkan tali asih untuk membongkar bangunan warga yang berada di atas sungai.

"Saya perintahkan Lurah, RT, RW, dan Camat setempat untuk mendata warga yang berada di pinggir sungai baik Sungai Pamuatan atau sunggai Mentawa," kata Halikinnor, Sabtu (4/5/2024).

Dirinya sudah memikirkan pasti akan terjadi dampak sosial muncul ketika bangunan warga berupa dapur dan kamar mandi dibongkar. Olehnya itu dipertimbangkan untuk memberikan tali asih. 

"Kita data dulu berapa banguanan yang terkena dampak kemudian disosialisasikan untuk dilakukan pembongkaran," ucapnya.

Ia menilai, pembongkaran bangunan di atas sungai sangat penting pasalnya bangunan tersebut mengakibatkan pendangkalan sungai dan menumpuknya sampah pada tiang-tiangnya.

Sehingga muara yang mengalami pendangkalan akan membuat air sulit keluar sehingga banjir lambat surut.

"Kita sudah punya excavator amfibi, tetapi tidak bisa bermanuver untuk menggali jika ada bangunan itu. Kalau di muara lancar, walaupun daratan lebih rendah dari permukaan laut kalau ada hujan tinggi dan pasang begitu surut akan lancar biarpun menggenang tidak akan lambat surut," ungkap HHalikinnor.

Dirinya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi banjir, karena bencana ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah.

"Saya juga meminta masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai atau saluran drainase. Karena efeknya seperti kita rasakan saat ini," tandasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard