Dewan Minta Tambah Kouta Gas Elpiji di Kecamatan Patenggang
SB, SAMPIT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta pemerintah daerah serius dalam menangani permasalahan kelangkaan dan mahalnya gas elpiji subsidi 3 kilogram.
Bahkan, pemerintah juga diminta jangan hanya mengatasi tingkat kota saja, namun juga memperhatikan ditingkat kecamatan sampai desa.
"Kalau kita lihat penanganan gas elpiji subsidi 3 kilogram oleh pemerintah daerah belum sampai tingkat kecamatan dan desa. Padahal sudah jelas ini untuk masyarakat kurang mampu, apakah masyarakat yang tinggal di desa tidak bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah tersebut," ucap Wakil Ketua II DPRD Kotim, Hairis Salamad.
Ditambahkan anggota DPRD Dapil II ini, khususnya masyarakat buang tinggal di Kecamatan Parenggean harga satuan rata-rata sudah diangka Rp 40 ribu lebih. Karena penjual rata-rata mengambil dari kota dibawa ke desa Parenggean.
"Kasihan masyarakat kecil tidak bisa merasakan Subsidi pemerintah, harus merasakan beban ditengah guncangan pasca Pandemi Covid-19," sebutnya.
Ia menyampaikan, secara angka komulatif penjualan gas elpiji di eceran wajar mahal dan tidak masalah, namun menjadi masalah adalah orang membeli memiliki kendaraan mobil.
Untuk itu lanjutnya, pemerintah juga harus memperhatikan kouta pangkalan melalui jumlah penduduk. Kalau jumlah penduduk meningkat harusnya pemerintah menambah kouta pangkalan dan yang izin dicabut paling tidak dilarikan ke kecamatan yang membutuhkan.
"Jangan sampai permasalah ini seakan-akan dibuat. Dan meminta pemerintah menambah kouta pangkalan khusus yang ada di Kecamatan Parenggean, karena masyarakat disana kebanyak mendapatkan gas elpiji dari kota dengan harga lebih mahal," terangnya.
Ia juga meminta Pertamina, Disperindag dan Satpol PP untuk aktif dalam pengawasan dan apabila menemukan pangkalan akal langsung tindak.
"Sistem ini hanya kurang pengawasan. Saya menilai permasalah gas elpiji ini ada oknum orang dalam yang bermain, karena sangat sulit untuk memberantasnya," tukasnya. (ok)