Waspada Kekerasan Pada Anak, Ini Pesan Dewan kepada Orang Tua dan Sekolah
SB, SAMPIT - Belakangan ini kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kalimantan Tengah (Kalteng) meningkat, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sampit sendiri.
Dalam satu bulan terakhir kurang lebih empat kasus yang ditangani oleh pihak kepolisian. Kejadian ini pun menjadi perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah sangat prihatin atas kejadian ini. Apalagi katanya, pelaku sendiri rata-rata orang dekat korban.
"Maka dari itu kami meminta kepada orang tua untuk mengawasi anak-anak, jangan melepas tanggung jawab setelah anaknya berada di sekolah. Pengawasan di sekolah sangat terbatas sehingga lebih banyak peran orang tua," ucap Riskon, Senin (7/11/2022).
Legislator dari Fraksi Golkar ini menambahkan, para orang tua jangan takut untuk melaporkan apabila terjadi atau mengetahui tentang kekerasan pada perempuan dan anak-anak. Sebab, Unit PPA sudah ada dan siap memberikan perlindungan dan menindak setiap laporan.
Terkadang ada kasus kekerasan perempuan dan anak seakan kasus tabu, sehingga orang tua enggan melaporkan kepada pihak aparat keamanan atau kepolisian. Jadi diharapkan kepada orang tua untuk memberanikan diri apabila mengalami dan mengetahui adanya kasus kekerasan.
"Melihat kasus ini menjadi warning bagi kita, paling tidak memberikan pendidikan berkarakter untuk menambah wawasan anak dan paling tidak ini menjadi filter dalam pencegahan, serta pengawas dalam penggunaan media sosial," tukas Riskon. (ok)