Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Masyarakat Desa Bangkuang Makmur Sampaikan Usulan ke DPRD, Ini Isinya

Redaksi 13-11-2022, 10:17 WIB 1 menit baca
Ketua Komisi IV DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar
Ketua Komisi IV DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar

SB, SAMPIT - Di tengah perkembangan zaman dan serba digital, masih ada desa belum merasakan jaringan listrik. Seperti yang ada Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Masyarakat disana meminta pemerintah pun untuk menambah jaringan listrik, yaitu di Jalan Juanda RT 05, Bengkirai Bawah sepanjang 800 meter.

Kemudian permintaan pemasangan tiang di listrik di Jalan Setia Budi sepanjang 1,5 kilometer, Jalan Sumber Makmur dan Jalan Bengkirai Hilir.

"Permintaan ini saat kami dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 melaksanakan reses. Dimana masyarakat Bangkuang Makmur meminta pemasangan tiang listrik," ucap Ketua Komisi IV DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar, Minggu (13/11/2022).

M Kurniawan Anwar menambahkan, selain permintaan pemasangan tiang listrik di tiga jalan tadi, masyarakat Desa Bangkuang Makmur juga meminta pemasangan lampu penerangan jalan (PJU).

Lantaran, jalan umum yang sering digunakan warga ketika malam hari sangat gelap dan bisa ja rawan tindak kriminalitas. Maka dari itu masyarakat disana meminta pemasangan PJU di sejumlah titik jalan.

"Yaitu pemasangan di Jalan Sumber Makmur serta Jalan Suka Maju RT 12 dan RT 03," tuturnya.

Disampaikan Kurniawan, usulan masyarakat tersebut sudah disampaikan dalam forum Rapat Paripurna ke-11 belum lama ini. Dengan harapan pemerintah bisa memperhatikan dan segera merealisasikan.

"Masyarakat Desa Bangkuang Makmur juga meminta pemerintah memperhatikan infrastruktur rusak, seperti Jalan Setia Budi kurang lebih 7 km, pengaspalan Jalan Sumber Makmur sepanjang 4 km, pengawasan pengerasan Jalan Juanda Bawah. Lanjutan pembuatan siring Jalan Suka Maju dan pembuatan jembatan kayu Jalan Suka Maju Belanti penghubung RT 1 ke RT 12," tutupnya. (ok)

 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard