Tampak bangunan yang terbakar di SMP Kristen Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Kebakaran besar yang melanda Gereja Maranatha dan sebagian ruangan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Palangka Raya pada Selasa (24/9/2024) kemarin mengganggu proses pembelajaran sekolah tersebut.
Menurut Wakil Kepala Sekolah SMP Kristen Palangka Raya, Nataliyani, api tidak hanya menghancurkan bangunan gereja, tetapi juga melahap habis tiga ruang praktik dan satu ruangan gudang di sekolah tersebut.
"Yang terbakar adalah ruangan komputer, ruangan OSIS, ruangan multimedia dan gudang," ujar Nataliyani kepada awak media pada Rabu (25/9/2024).
Selain menyebabkan kerugian material yang signifikan, Nataliyani memastikan bahwa proses pembelajaran akan segera kembali normal.
"Namun untuk hari ini, siswa kami liburkan karena ada kekhawatiran masih ada sisa api. Namun, besok para siswa akan kembali belajar seperti biasanya," tambahnya.
Pihak sekolah menyatakan keprihatinannya atas kerusakan yang terjadi, terutama karena ruangan yang terbakar merupakan fasilitas penting untuk kegiatan belajar-mengajar, seperti ruang praktik komputer dan multimedia. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Menurut pemeriksaan tadi kerugian yang dialami sekitar Rp 350 juta terdiri dari 30 unit komputer," tutupnya. (sb)