seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kerugian Kebakaran Gereja Maranatha Diperkirakan Rp 3 Miliar

by Redaksi - Tanggal 25-09-2024,   jam 03:01:27
Tampak sisa puing kebakaran Gereja Maranatha di Jalan Diponegoro. (FOTO: SEPUTAR BORNEO) Tampak sisa puing kebakaran Gereja Maranatha di Jalan Diponegoro. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Peristiwa kebakaran besar melanda salah satu ikon bersejarah di Palangka Raya, yaitu Gereja Maranatha, yang merupakan gereja tertua kedua di kota ini. Kebakaran yang terjadi pada Selasa (24/9/2024) di Jalan Diponegoro tersebut menghanguskan seluruh bangunan dan isinya, menyisakan hanya tanda salib yang berdiri di depan gedung gereja.

Menurut laporan, api begitu cepat melalap gereja berusia puluhan tahun yang dibangun pada 1968 tersebut. Seluruh barang berharga di dalamnya, seperti alat musik, kursi, serta perlengkapan ibadah lainnya, ikut terbakar dalam insiden tragis ini. Pihak gereja memperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.

"Semua seperti alat musik tidak sempat kami keluarkan dan hangus terbakar. Untuk kerugian yang dialami sekitar 3 miliar rupiah, dan itu hanya untuk gedung saja, belum termasuk isi di dalam gereja," ungkap Pdt Yuprinadi, Ketua Majelis Jemaat GKE Langkai, saat diwawancarai oleh awak media pada Rabu (25/9/2024).

Pdt Yuprinadi menjelaskan bahwa setelah kejadian kebakaran, pihak gereja segera mengadakan rapat darurat bersama seluruh pengurus GKE. Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa untuk sementara waktu, kegiatan ibadah akan dipindahkan ke Gedung Sangkuwong.

"Tadi malam kami mengadakan rapat darurat dengan para majelis. Setelah kejadian ini, kami akan bergeser ke Gedung Sangkuwong untuk ibadah sementara," ujarnya.

Ketua Majelis Jemaat GKE Langkai juga menyampaikan harapannya agar gereja yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi jemaat di Palangka Raya ini dapat segera dibangun kembali. Ia menekankan pentingnya Gereja Maranatha sebagai pusat peribadatan di kawasan tersebut.

"Karna gereja ini adalah pusat untuk beribadah di daerah komplek ini, maka kami berharap pembangunan kembali dapat segera dilakukan dan cepat selesai, sehingga jemaat dapat beribadah seperti biasanya," tambahnya.

Masyarakat dan jemaat berharap agar bantuan segera datang untuk memulihkan kondisi gereja yang bersejarah ini. (sb)