Rumah Makan dan Restoran Menggunakan Elpiji Bersubsidi Jadi Sorotan DPRD
SB, PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha meminta kepada instasi terkait agar memperketat pengawasan kepada distribusi dan penggunaan gas elpiji bersubdisi.
Karena menurutnya, elpiji 3 kilogram sudah jelas diperuntukan untuk masyarakat miskin. Namun kenyataan di lapangan, unkapnya, masih banyak rumah makan dan restoran menggunakan gas elpiji tersebut.
Bahkan mereka tambahnya, dengan mudah mendapatkan dengan jumlah besar sehingga patut dilakukan pengawasan ketat dari Disperindag dan instansi lainnya.
Dirinya pun mendugang, kelangakaan di masyarakat yang terjadi salah satunya adalah rumah makan dan restoran menggunakan gas bersubsidi tersebut dan mereka juga stok yang banyak.
“Pengawasan gas elpiji 3 kg harus masif lagi, karena masih banyak rumah makan dan restoran menggunakan gas tersebut. Sehingga masyarakat tidak mampun sulit mendapatkan, bahkan harganya jauh diatas HET karena harus membeli diluaran, bukan di pangkalan,” terangnya, Senin (11/11/2024).
Bahwasanya pendistribusian elpiji tiga kilogram hanya diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro. Usaha mikro yang dimaksud adalah usaha kuliner atau warung makan kecil berbasis home industry.
Ia meminta agar restoran-restoran tersebut berhenti menggunakan elpiji tiga kilogram yang seharusnya diperuntukkan bagi mereka yang lebih membutuhkan.
"Kami berharap restoran yang masih menggunakan gas elpiji 3 kg agar segera beralih ke tabung yang tidak bersubsidi. Kami juga meminta Pemko Palangka Raya untuk memberikan peringatan sesuai ketentuan kepada tempat usaha yang melanggar," tegas legislator PAN tersebut. (sb)