seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kisah Pilu, dan Kecewa Surat Wasiat Korban Bunuh Diri

by Redaksi - Tanggal 26-11-2022,   jam 05:07:57
Surat wasiat atau pesan yang ditulis almarhum MR sebelum bunuh diri, Rabu (23/11/2022) lalu. FOTO : SATRESKRIM POLRES KAPUAS Surat wasiat atau pesan yang ditulis almarhum MR sebelum bunuh diri, Rabu (23/11/2022) lalu. FOTO : SATRESKRIM POLRES KAPUAS

SB, KUALA KAPUAS - Kisah Pilu dan perasaan sedih ditambah diduga merasa kurang mendapatkan perhatian serta kasih sayang dari keluarganya, terutama perhatian dari kedua orangtuanya, MR nekad mengakhiri hidupnya menggantung diri dengan seutas tali nylon warna kuning.

MR ditemukan tergantung di kamarnya jalan Kapten Piere Tendean GG 10 RT.20, Kelurahan Selat Tengah Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, pada Rabu (23/11/22) sekitar pukul 17.15 Wib lalu.

Ternyata sebelum mengakhiri hidupnya, MR sempat menuliskan 3 lembar surat, dan ini terungkap setelah polisi mendapati 3 lembar kerta yang berisi coretan tangan yang sengaja ditinggalkan sebelum mengakhiri hidupnya.

Ketiga lembar surat berisi curahan hati kecewa, dan ada juga pedulinya dengan bapaknya, seperti ungkapannya tertulis "Bah tuh ada helm gasan pian, walaupun kada saganal apa yang pian sudah bari lawan ulun, setidaknya ada jua ulun sudah mambari Pian bah". (Bapak itu ada helm untuk bapak, walau tidak besar seperti apa yang bapak berikan kepada saya tapi saya ada juga memberi)

Kemudian disurat kedua bertuliskan" Ulang Tahun kada suah dirayai akan, kada usah dirayaiakan diucapi akan selamat gen kada suah, melihat orang dirayai akan rasa handak manangis ada jua malihat, masa kecil sudah hancur, sayang kai sudah kadida, kai ja dahulu nang bisa maolah Ulun tatawa sambil manangi, yang lainya bulssit". (Ulang tahun tidak pernah dirayakan dan diucapkan selamat juga tidak, mau menangis melihatnya, masa kecil sudah hancur, sayang sudah tidak ada, kakek dulu yang bisa membuat tertawa dan senang, yang lain omong kosong)

Sedangkan surat ketiga tertulis rasa kecewanya kepada bapaknya, "maafkanlah ulun selama hidup kada bisa jadi anak baik gasan Pian bah ae, harusnya Pian tahu kanapa Ulun kayaini, tapi Pian malah mempesulit Ulun, Amun Pian kira Ulun ne kuat, Pian salah, ulun ne rapuh, Amun di ibaratkan ulun tanaman, sudah kada taurusi lagi, Pian baik baik bah lah, seharusnya Pian kada usah mikir, Ulun ne kada kakanakan lagi. Amun pian kira Ulun ne kada sayang lawan, pian salah, Ulun ne sayang lawan pian, tapi kada tahu keapa cara menyenang akan pian, rajin tu Pian jua bang maolah Ulun sakit hati, Pian ada masalah Ulun jua Nang takana imbasnya, Maaf Bah lah Ulun badahulu, Ulun sudah kada sanggup lagi, sehat sehat ja tarus gasan abah-mama lawan ading sinta". (Maaf kan saya karena tidak bisa jadi anakanyang baik, harus bapak tahu kenapa saya seperti ini, tapi bapak malah mempersulit saya, kalau dikira saya kuat, bapak salah, saya rapuh, ibaratkan tanaman sudah tidak diurusin lagi, bapak baik-baik ya, seharusnya bapak tidak usah mikir, saya bukan anak-anak lagi. Kalau bapak kira saya tidak sayang dengan bapak salah, saya sayang sama bapak tapi bagaimana cara menyenangkan bapak, sering bapak yang membuat sakit hati. Bapak ada masalah saya terkena imbasnya, maaf bapak saya dahuluan, saya sudah tidak sanggup lagi, sehat-sehat terus bapak sama mama dan adik Sinta).

Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono melalui Kasatreskrim Iptu Iyudi Hartanto dikonfirmasi Sabtu (26/11/2022) menerangkan, tewasnya MR dengan cara menggantung diri dikamar tidurnya, dan pertama kali diketahui oleh H adalah ibunya sendiri, karena merasa curiga melihat pintu kamar korban tertutup, dan khawatir mengintip disela-sela dinding.

Namun H kaget, pasalnya melihat tubuh anaknya tersebut tergantung diatas tempat tidurnya, dan memanggil suaminya K untuk mendobrak pintu kamar korban.

"Selanjutnya mencoba menolong dengan langsung memotong tali yang mengikat leher anaknya tersebut, dan untuk menurunkannya kemudian melaporkanya ke Polsek Selat," ucap Kasatreskrim.

"Sudah kita tangani, dan berdasarkan hasil visum oleh tim medis RSUD Kapuas korban murni gantung diri, karena tidak ada tanda- tanda kekerasan. Intinya motifnya, kita duga korban merasa kecewa pada keluarganya," Iptu Iyudi Hartanto.

Jenazah MR sudah diserahkan pihak kepolisian kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (dm)

 

 

Informasi dalam artikel/berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.