Lewati ke konten utama
Provinsi

Gubernur Tak Ketahui Pengaspalan Ulang Jalan A Yani, Agustiar: Jangan-Jangan Ini Kebijakan Sabotase

Redaksi 11-03-2025, 03:02 WIB 1 menit baca
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat diwawancara oleh wartawan ketika meninjau UPR. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat diwawancara oleh wartawan ketika meninjau UPR. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Proses pengaspalan ulang Jalan Ahmad Yani, Kota Palangka Raya, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, jalan tersebut masih dalam kondisi mulus, sementara ruas Jalan Mahir Mahar, yang merupakan bagian dari Jalan Trans Kalimantan, justru dibiarkan berlubang dan rusak parah.

Warga mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam menentukan prioritas perbaikan jalan, mengingat Jalan Mahir Mahar sering kali menjadi lokasi kecelakaan akibat kondisi jalan yang berlubang.

Menanggapi polemik ini, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kebijakan tersebut karena baru saja menjabat sebagai gubernur.

“Saya kan baru menjabat, saya datang baru saja, dan jalan itu sudah ada. Tapi saya sudah cek itu. Ini bukan kebijakan seorang gubernur, ini kebijakan orang yang ingin menyabotase di dalam. Menurut kami begitu,” ujar Agustiar saat menghadiri kunjungan ke Rektorat Universitas Palangka Raya, Selasa (11/3/2025).

Diketahui, pengaspalan ulang Jalan Ahmad Yani dan lima ruas jalan lainnya di Kota Palangka Raya mendapatkan anggaran sebesar Rp29 miliar lebih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Ini dari provinsi, kalau anggarannya sekitar Rp29 miliar lebih,” ujar Arya, selaku konsultan proyek saat ditemui di lokasi, Senin (10/3/2025).

Sementara itu, Jalan Mahir Mahar yang mengalami kerusakan parah hingga menelan banyak korban belum mendapatkan kepastian perbaikan. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard