Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Dewan Kotim Sesalkan Kesalahan Diagnosa Rumah Sakit

Redaksi 15-03-2025, 11:30 WIB 2 menit baca
Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Langkap
Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Langkap

SB, SAMPIT - Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Langkap, mengungkapkan adanya keluhan masyarakat terkait kesalahan diagnosa medis di RSUD dr Murjani Sampit sehingga terpaksa memakai uang pribadi berobat ke luar daerah.

"Seorang pasien sering bolak-balik ke RS Murjani katanya sakit dokter itu sakit malaria, namun sering kambuh dan bolak balik lagi juga jawabannya malaria," kata Langkap, Sabtu (15/3/2025)

Politisi Gerindra ini menjelaskan karena sering kambuh maka terpaksa dengan biaya sendiri pasien dibawa ke Palangka Raya dan disana juga belum diketahui penyakitnya. Kemudian di bawa ke RS Sari Mulia Banjarmasin dan akhirnya disana didiagnosa ada daging di katup jantung dan dirujuk ke RS Harapan Kita untuk dilakukan operasi jantung.

"Ini yang menjadi pertanyaan, di RS Murjani apakah karena alat yang kurang memadai atau tenaga medis yang kurang kompeten," ujar Langkap.

Setelah menjalani operasi akhirnya si pasien tidak pernah masuk rumah sakit lagi, namun sekarang tidak bekerja karena sering sakit dan keluar dari pekerjaannya di Bank Kalteng.

Menurut Langkap, kasus-kasus ini menunjukkan adanya kelemahan dalam diagnosa di RS Murjani. Ia mempertanyakan apakah keterbatasan terjadi akibat kurangnya alat atau karena tenaga medis yang kurang kompeten.

"Kasus seperti ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai pasien menjadi korban akibat diagnosa yang keliru," sebutnya.

Langkap menegaskan apakah hal itu gara-gara RS Murjani sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan di Kotim. Masyarakat berhak mendapatkan layanan kesehatan yang optimal dan penegakan diagnosa yang tepat.

"Kami mendukung RS Murjani untuk berbenah. Kompetensi tenaga medis harus dievaluasi agar tidak terjadi kesalahan diagnosa yang berulang. Ini menyangkut keselamatan pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan," tegasnya.

Dirinya melihat ini akibat kegagalan dalam mendeteksi penyakit. Pasien yang awalnya dianggap tidak perlu perawatan justru harus menjalani operasi di rumah sakit lain dengan biaya sendiri, ini harus diperbaiki.

"Tenaga medis di RS Murjani harus lebih teliti dalam melakukan diagnosa agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard