Dorong Adanya Pengadaan Seragam Gratis untuk Siswa Baru
SB, SAMPIT - DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong adanya program seragam gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP di wilayah tersebut.
Usulan ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kotim Sihol Parningotan Lumban Gaol sebagai bentuk perhatian terhadap pemerataan akses pendidikan dasar yang layak dan tanpa beban biaya tambahan.
"Saat ini kami sedang menggodok agar tahun depan ada program pemberian seragam gratis bagi murid baru SD dan SMP. Tahun ini memang belum dianggarkan, tapi kami ingin mendorong ini secara serius agar terlaksana tahun depan," kata Gaol, Rabu (23/4/2025).
Usulan tersebut muncul setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menerapkan kebijakan seragam gratis bagi siswa SLTA sederajat mulai tahun 2025.
Gaol menilai langkah provinsi tersebut sangat baik, namun menjadi ironis jika siswa SD dan SMP yang masuk dalam program wajib belajar 9 tahun justru belum mendapat perhatian yang sama.
Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan stimulus dalam bentuk bantuan seperti seragam gratis untuk siswa SD dan SMP, sebagai bentuk keberpihakan terhadap pendidikan dasar.
"SMA itu masih bayar SPP, tapi dapat seragam gratis dari provinsi. Sementara SD dan SMP yang katanya wajib belajar 9 tahun, gratis, malah belum kita bantu. Makanya kami dorong agar jadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kotim," tambahnya.
Lanjutnya, dalam rapat koordinasi Komisi III DPRD Kotim dan Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu, estimasi kebutuhan anggaran untuk program seragam gratis ini diperkirakan sekitar Rp4,5 hingga Rp5 miliar per tahun.
"Kalau angka itu sudah mencakup seluruh murid baru SD dan SMP se-Kotim, baik swasta maupun negeri, saya rasa itu tidak besar dibandingkan total anggaran Dinas Pendidikan yang mencapai ratusan miliar. Masak kita menyisihkan anggaran seragam itu terlalu berat? Asal ada keseriusan kita mau atau tidak, saya kira kalau masalah anggaran tidak masalah," pungkasnya. (f1/sb)