seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Mobil Antar Orang Sakit Terjebak Lumpur

by Redaksi - Tanggal 13-05-2025,   jam 05:32:04
Tampak mobil ambulans terjebak lumpur ketika melintas di Jalan Trans Desa Tumbang Salio. (FOTO:WARGA) Tampak mobil ambulans terjebak lumpur ketika melintas di Jalan Trans Desa Tumbang Salio. (FOTO:WARGA)

SB, MURUNG RAYA — Sebuah video yang menunjukkan sebuah mobil mengangkut pasien terjebak di jalan berlumpur di Desa Tumbang Salio, Kecamatan Permata Intan, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak mobil kesulitan melintasi jalan desa yang rusak parah dan penuh lumpur. Sejumlah warga terlihat membantu mendorong kendaraan agar bisa keluar dari kubangan.

Dikonfirmasi pada Selasa (13/5/2025), salah satu warga bernama Momon mengaku dirinya tengah mengantar ayahnya ke rumah sakit untuk tindak lanjut operasi ketika peristiwa itu terjadi.

“Saat itu saya dari Tumbang Lahung mau menuju Banjarbaru untuk mengantar ayah saya ke rumah sakit untuk tindak lanjut operasi,” ujar Momon kepada.

Momon menyebut, kondisi jalan rusak tersebut bukan hal baru. Kerusakan bahkan telah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan belum juga mendapat penanganan serius.

“Itu sudah lama, dari 2017 sampai sekarang tidak ada perbaikan. Jalan tetap seperti itu saja. Warga biasanya gotong royong memperbaiki kalau ada kerusakan. Kalau ada mobil yang terjebak, biasanya dibantu ditarik mobil 4x4,” tuturnya.

Menurut Momon, titik tersebut merupakan lokasi rusak paling parah di sepanjang jalan tersebut, dan hampir selalu menjadi langganan kerusakan.

“Banyak titik yang rusak, tapi itu yang paling besar dan paling sering terjadi kerusakan,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut karena merupakan akses penting, terutama untuk keperluan darurat seperti kesehatan.

“Harapannya tentu perbaikan jalan. Karena akses kesehatan juga bergantung dari jalan itu. Kemarin juga ada ambulans yang terjebak, padahal penumpangnya ibu-ibu yang sudah mau melahirkan,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya terkait peristiwa tersebut. (sb)