seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Bupati Hadiri Puncak Peringatan Hari Ibu ke 94 di GPU Handep Hapakat

by Redaksi - Tanggal 22-12-2022,   jam 06:36:01
Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang saat menghadiri acara Peringatan Hari Ibu ke 94 di GPU Handep Hapakat setempat, Kamis (22/12/2022). FOTO : KOMINFO PULANG PISAU Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang saat menghadiri acara Peringatan Hari Ibu ke 94 di GPU Handep Hapakat setempat, Kamis (22/12/2022). FOTO : KOMINFO PULANG PISAU

SB, PULANG PISAU - Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang menghadiri puncak peringatan Hari Ibu ke 94 tahun 2022 tingkat Kabupaten Pulang Pisau yang dilaksanakan di GPU Handep Hapakat setempat, Kamis (22/12/2022).

Acara tersebut turut dihadiri Forkopimda, Ketua DWP Kabupaten Pulang Pisau Sari Parwati Tony Harisinta, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, dan undangan lainnya.

Membacakan sambutan Menteri Pembersayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Gusti Ayu Bintang Darmawati, Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang mengatakan bahwa Peringatan Hari Ibu yang selalu kita peringati, merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi kita kepada perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa. 

"Sejak Kongres Perempuan Pertama di tahun 1928, yang menjadi tonggak perjuangan perempuan Indonesia, perempuan Indonesia sudah sangat berperan dalam derap pembangunan di Indonesia," kata Bupati Pudjirustaty Narang.

Dari perspektif kesetaraan gender pun, kata Bupati, perbedaan peran perempuan dan laki-laki di Indonesia bisa dianggap secara umum terlihat tidak terlalu tampak perbedaan yang sangat ekstrem, meskipun masih ditemui isu gender di berbagai bidang pembangunan.

Pandemi Covid-19 saat ini, kata Bupati, memperlihatkan bahwa perempuan mendapat beban lebih berat, seperti hasil survei yang dilakukan oleh UN Women bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Indosat Ooredoo, bahwa pandemi Covid-19 telah memperparah kerentanan ekonomi perempuan dan ketidaksetaraan gender serta dapat mengancam upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's).

Namun di samping itu, lanjutnya, ternyata perempuanlah yang mengambil peran pertama bergerak menanggapi bencana Covid-19 ini sebagai penggerak sosial dengan membuat gerakan gotong-royong membangun kesadaran bersama untuk penyediaan makanan, dan alat pelindung diri (masker). 

Perempuan bergerak mengatasi kondisi ekonomi diantaranya dengan memproduksi kebutuhan yang meningkat pada saat pandemi, seperti masker, desinfektan dan alat pelindung yang melibatkan banyak orang.

Perempuan juga mengambil peran penting dalam memerangi Covid-19 dengan menjadi tenaga kesehatan, ilmuwan/peneliti, dan dapat diandalkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, yakni melalui keluarga.

"Melalui PHI ke-94 Tahun 2022 ini, Saya berharap bahwa perempuan-perempuan Indonesia di generasi masa kini dalam segala aktivitasnya, tidak melupakan makna dari perjuangan perempuan Indonesia di masa yang lalu. Khususnya perempuan generasi millenial, ayo.... masa ini adalah milik kalian! Mari warnai PHI dengan peran dan karya nyata bagi Indonesia tercinta," pungkasnya. (dm)