Lewati ke konten utama
Pemko Palangka Raya

Pemko Palangka Raya Salurkan Dana Hibah Rp 600 Juta untuk Relawan Damkar

Redaksi 28-05-2025, 03:54 WIB 2 menit baca
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin secara simbolis menyalurkan bantuan kepada relawan Damkar. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin secara simbolis menyalurkan bantuan kepada relawan Damkar. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya menyalurkan dana hibah sebesar Rp600 juta kepada 16 organisasi relawan pemadam kebakaran (damkar) se-Kota Palangka Raya.

Masing-masing organisasi menerima dana sebesar Rp 37,5 juta sebagai bentuk dukungan terhadap peran aktif mereka dalam penanggulangan kebakaran dan bencana lainnya di lingkungan masyarakat.

Penyerahan dana hibah tersebut dilakukan usai pengukuhan para relawan dalam apel yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu, (28/5/25). Acara ini menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, dalam program 100 hari kerjanya.

“Pemberian dana hibah kepada relawan damkar se-Kota Palangka Raya, ada sekitar 16 relawan yang masing-masing menerima Rp37,5 juta dengan total anggaran Rp 600 juta, itu tadi diberikan kepada seluruh relawan,” ujar Fairid dalam keterangannya.

Fairid menegaskan bahwa relawan damkar merupakan bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana di tingkat komunitas. Selain menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para relawan juga berperan dalam berbagai situasi kebencanaan yang dihadapi masyarakat.

“Tentu karena relawan induk pembinaannya dari dinas pemadam kebakaran. Kalau tadi ditanya untuk karhutla, tentu semua tidak hanya karhutla tapi juga kebencanaan di warga-warga masyarakat khususnya,”jelasnya.

Ia juga membedakan peran tim satgas khusus karhutla dengan relawan damkar berbasis lingkungan seperti Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

“Kalau karhutla ada tim satgas, kalau relawan lebih ke BPK (barisan pemadam kebakaran), lebih ke relawan pemadam di lingkungan RT RW,” ujarnya.

Fairid menutup pernyataannya dengan menyatakan bahwa program ini akan terus berkembang dan bisa mencakup relawan lain yang belum mendapatkan dukungan serupa.

“Ke depannya tidak menutup kemungkinan bila ada yang belum terkafer akan kita kafer. Ini adalah inisiasi dari seluruh relawan di Kota Palangka Raya agar mereka dilibatkan dan bersinergi di mana tempat bernaung, agar tidak bergerak sendiri-sendiri. Nah, ini masuk program 100 hari kerja,” tutup Fairid. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard