RSUD dr Murjani Sampit Kaji Pengelolaan Parkir secara Mandiri
SB, SAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit masih mengkaji skema pengelolaan parkir, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Kajian tersebut dilakukan untuk mempertimbangkan efisiensi biaya, kebutuhan sumber daya, serta potensi pendapatan bagi rumah sakit.
Wakil Direktur Anggaran dan Keuangan RSUD dr Murjani Sampit, Setia Rahmadi, mengatakan pengelolaan parkir secara mandiri berpotensi membuat seluruh pendapatan bruto dari tarif parkir masuk ke rekening Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai Pendapatan Lain-Lain BLUD yang Sah.
"Kalaupun penerapan skema pengelolaan mandiri membutuhkan kesiapan sumber daya tambahan. Kami masih berhitung dan memproses usulan tersebut," kata Rahmadi, Selasa (27/10/2026).
Sementara jika pengelolaan diserahkan kepada pihak ketiga, rumah sakit perlu memperhitungkan biaya yang harus dikeluarkan.
"Kalau menggunakan pihak luar, ada biaya yang juga perlu diperhitungkan,” ungkapnya.
Selain skema pengelolaan, pihak rumah sakit juga menanggapi usulan pengaturan arus kendaraan dengan memisahkan jalur masuk dan keluar.
Usulan ini dinilai perlu dikaji secara matang agar dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas di lingkungan rumah sakit.
Menurutnha, pengaturan tersebut harus memperhatikan kondisi arus kendaraan di depan rumah sakit, khususnya agar tidak menimbulkan antrean yang berpotensi menghambat akses menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Usulan itu akan kami pelajari terlebih dahulu. Jangan sampai pengaturannya justru membuat antrean kendaraan dan mengganggu akses ke IGD,” pungkasnya. (f1/sb)