Warga Tanjung Pinang Terima Bantuan Pangan dan BLT Gubernur Kalteng
SB, PALANGKA RAYA - Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Palangka Raya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran turun langsung menemui warga Kelurahan Tanjung Pinang, Minggu (26/10/2026).
Selain menyalurkan bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap II, Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan.
Didampingi Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden, Agustiar menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga di kawasan Jalan Bengaris.
Kedatangannya disambut antusias masyarakat yang berharap bantuan pemerintah dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah dampak kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Paket bantuan pangan yang dibagikan berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng. Sementara itu, penerima manfaat KHBS mendapatkan BLT sebesar Rp250.000 per keluarga. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalteng membantu masyarakat sekaligus memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.
Agustiar menegaskan warga yang merasa berhak menerima bantuan tetapi belum terdaftar tidak perlu tinggal diam. Ia meminta masyarakat segera melapor kepada relawan yang bertugas agar dapat dilakukan pendataan ulang.
“Kalau merasa berhak mendapatkan KHBS tetapi belum terdaftar, silakan lapor kepada relawan di lapangan. Sampaikan kondisi yang sebenarnya agar bisa didata kembali,” tegasnya.
Di sisi lain, Agustiar mengingatkan masyarakat agar ikut bertanggung jawab mencegah karhutla yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat gotong royong untuk mencegah munculnya titik api.
“Jangan membakar lahan. Kalau keluar rumah, gunakan masker untuk melindungi diri dari kabut asap. Kita harus menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah karhutla,” pesannya.
Pemprov Kalteng berharap bantuan pangan dan BLT KHBS dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah juga mengajak warga aktif melaporkan persoalan penyaluran bantuan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla agar dampak kemarau tidak semakin membebani kehidupan masyarakat. (sb/*)