seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Oknum ASN Bartim Tega Cabuli Remaja Berkebutuhan Khusus di Toilet Sekolah

by Redaksi - Tanggal 03-06-2025,   jam 08:29:45
Terduga pelaku pencabulan yang ditangkap polisi. (FOTO:POLISI) Terduga pelaku pencabulan yang ditangkap polisi. (FOTO:POLISI)

SB, TAMING LAYANG - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Barito Timur sungguh bejat. Harusnya sebagai pelindung justru ingin merenggut atau melakukan perbuatan tak senonoh kepada seorang gadis berusia 19 tahun.

Oknum ASN berinisial E (43) tersebut diduga melakukan aksi pencabulan terhadap korbannya.

Ironisnya, perbuatan keji itu terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi generasi muda yaitu lingkungan sekolah dasar, tepatnya di toilet, Minggu (1/6/2025).

Kisah tragis ini terkuak setelah ayah korban, pulang ke rumah dan mendapati putrinya dalam kondisi shock, menangis, dan tampak sangat terguncang.

Dengan suara terbata dan ketakutan, korban akhirnya mengaku bahwa ia telah diseret masuk ke dalam toilet sekolah oleh pelaku, lalu dipaksa melepas pakaian dan mengalami pelecehan serta percobaan persetubuhan dari arah depan dan belakang. Pelaku bahkan mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun.

Tak butuh waktu lama, Unit Reskrim Polres Bartim langsung bergerak cepat. Korban dibawa untuk visum et repertum di RSUD Tamiang Layang. Barang bukti seperti pakaian korban dan satu unit Honda Beat biru milik pelaku ikut diamankan.

“Ini adalah kasus yang sangat serius. Korban adalah penyandang disabilitas yang seharusnya dilindungi. Kami akan memproses hukum pelaku dengan tegas dan transparan,"tegas Kasatreskrim Polres Bartim AKP Adhy Heriyanto.

Tersangka dijerat dengan Pasal 6 huruf b dan c UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Kasat Reskrim Adhy menambahkan, penyidik juga tengah mempersiapkan gelar perkara dan telah menjalin koordinasi dengan DP3KB Barito Timur untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak. (f2/sb)