KAJI BANDING : Ketua Satgas Saber Pungli Pulpis, Dr Priyambudi bersama anggotanya melaksanakan kaji banding ke Kota Batam. FOTO : KEJARI PULPIS
SB, PULANG PISAU - Meningkatkan kinerja dalam pencegahan tindak pidana pungutan liar, Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) melaksanakan kaji banding ke Kota Batam.
Rombongan Tim Satgas Saber Pungli Pulpis tersebut dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Dr Priyambudi SH MH diikuti jajarannya juga didampingi Inspektur Sapri Junjung selalu Wakil Ketua I Satgas Saber Pungli disambut Ketua Satgas Batam, Herlina Setyorini yang menjabat Kajati Batam.
Ketua Satgas Saber Pungli Pulpis, Dr Priyambudi menyampaikan, kedatangan mereka disambut hangat jajaran Satgas Saber Pungli Batam yang langsung dipimpin Ibu Herlina Setyorini.
"Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Satgas Saber Pungli Batam, karena kedatangan kami sangat disambut baik dan disana kami juga berbagi pengalaman. Semoga hasil kaji banding ini memberikan manfaat dan bisa diterapkan di Kabupaten Pulang Pisau," terang Priyambudi, Rabu (28/12/2022).
Kepala Kejari Pulpis ini menambahkan, kenapa mereka memilih Kota Batam. Lantaran, Kota Batam memiliki informasi dan Best Practice (praktek terbaik) dalam pengawasan, pencegahan dan penangangan terkait pungli.
“Ternyata kami tidak salah memilih Kota Batam sebagai kaji banding, sebab mereka memiliki kompleksitas kegiatan perekonomian, pelayanan publik di segala bidang serta bisa mencegah terjadinya pungli. Padahal disana sangat memiliki banyak titik kerawanan dalam kasus pungli, tetapi bisa teratasi oleh Tim Satgas Saber Pungli," terangnya.
Lanjutnya, Kabupaten Pulang Pisau sebagai kabupaten yang sedang berkembang perlu banyak belajar ke Kota Batam terkait bagaimana mengimplementasikan program-program yang telah dilakukan UPP Saber Pungli di Kota Batam.
Dimana, Kabupaten Pulang Pisau memiliki tempat-tempat yang rawan pungli salah satunya pelabuhan dan sangat menjadi perhatian bagi Tim Saber Pungli Kabupaten Pulang Pisau untuk dilakukan pengawasan agar tidak terjadi pungli.
“Tempat kita ini hampir mirip dengan Kota Batam, yaitu memiliki pelabuhan dan dekat dengan perbatasan dengan provinsi tetangga. Nah ini akan dipakai sebagai bahan pembelajaran dan perbandingan untuk studi tiru," pungkasnya. (ok)