seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tongkang Tabrak Taksi Air di Sungai Barito, 3 Penumpang Masih Hilang

by Redaksi - Tanggal 09-07-2025,   jam 02:36:47
Pencarian tiga orang yang hilang akibat kecelakaan air di Sungai Barito. (FOTO:ISTIMEWA) Pencarian tiga orang yang hilang akibat kecelakaan air di Sungai Barito. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, MUARA TEWEH - Kecelakaan kapal kembali terjadi di Sungai Barito, tepatnya di wilayah Desa Luwe Hulu, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara. Sebuah kapal motor rute Muara Teweh - Puruk Cahu yang membawa puluhan penumpang mengalami kecelakaan setelah bertabrakan dengan kapal tongkang pengangkut batubara.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (08/07) sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, kapal motor tersebut mengalami mati mesin di tengah sungai dan kehilangan kendali. Kapal hanyut tepat di jalur lintasan kapal tongkang yang sedang melintas.

Dalam kondisi panik, penumpang terlihat melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri sebelum kapal motor akhirnya terbalik dan tertabrak tongkang.

Dari data yang dihimpun oleh tim di lapangan, kapal motor membawa 37 penumpang, terdiri dari 28 penumpang resmi yang terdaftar di pelabuhan, dan 9 penumpang non-manifest.

Hingga saat ini, 34 penumpang telah ditemukan dalam kondisi selamat maupun terluka, sementara 3 orang dinyatakan masih hilang. Ketiga korban yang belum ditemukan adalah Suriansyah (62), Rustam Nawawi (49) dan Agus Jaya (34).

Mendapat informasi tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, langsung mengirimkan satu tim rescue beserta peralatan pendukung untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

“Mendapat informasi kecelakaan dari BPBD Barito Utara, kami langsung memberangkatkan satu Tim Rescue lengkap dengan alut SAR dan peralatan pencarian air,” jelas Alit.

Ia juga menambahkan bahwa pencarian dipimpin langsung oleh dirinya dan akan dilakukan penyisiran secara simultan, mencakup area dari lokasi kejadian hingga 2 km ke arah hilir sungai.

Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala baik kondisi air yang sangat keruh (nol visibility), arus sungai yang cukup deras, menyulitkan penyelaman, serta gangguan sinyal komunikasi, yang menghambat koordinasi dan penyampaian informasi.

Meski demikian, pencarian tetap dilanjutkan dengan penyisiran permukaan air dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

Daam pencarian melibatlkan Kantor SAR Palangka Raya, BPBD Barito Utar, Ditpolair Polda Kalteng, Polres Muara Teweh, Polsek Lahei, Babinsa dan Dishub, serta masyarakat setempat

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas terlalu dekat dengan lokasi pencarian. (sb)