Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Diikuti 288 Murid Baru, MPLS SMPN 4 Sampit Resmi Ditutup

Redaksi 18-07-2025, 03:27 WIB 2 menit baca
Pelaksanaan penutupan MPLS di SMP Negeri 4 Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)
Pelaksanaan penutupan MPLS di SMP Negeri 4 Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 4 Sampit ditutup hari ini, Jumat (18/07/2025), dengan suasana yang meriah, penuh semangat, dan antusiasme tinggi dari seluruh peserta didik baru, (18/7/2025).

Ketua panitia MPLS, Akhmad Saprudin Ruswandi, kegiatan ini berlangsung selama 5 hari sejak 15 -18 Juli 2025 yang diikuti 288 murid baru terdiri dari 169 laki-laki dan 119 perempuan.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. Terutama Kepala Sekolah, dewan guru yang hebat, staf TU, serta OSIS yang setia mendampingi. Juga terima kasih kepada orang tua siswa yang telah mendorong anak-anaknya mengikuti MPLS tahun ini,” kata Akhmad Saprudin.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan penuh semangat. Seluruh rangkaian kegiatan MPLS, menurutnya, tidak akan berjalan sukses tanpa kolaborasi dan kekompakan seluruh elemen sekolah.

‎Tak hanya itu, MPLS SMPN 4 Sampit juga memberi perhatian serius terhadap isu-isu krusial di kalangan pelajar, seperti pencegahan kekerasan di sekolah, sekolah ramah anak dan pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Hebat.

Kepala SMPN 4 Sampit, Anjar Subiantoro menegaskan bahwa momen ini menjadi langkah awal membentuk karakter positif para murid baru.

“Tujuh kebiasaan anak hebat ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Ini kita tanamkan agar lahir generasi emas Indonesia yang cerdas secara intelektual, sosial, dan spiritual,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan pembiasaan ini diharapkan murid mampu membentuk profil lulusan yang ideal.

“Anak-anak nantinya akan menguasai delapan dimensi, yakni keimanan dan ketakwaan, kewarganegaraan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi,” tambah Anjar.

Selain itu, kegiatan MPLS juga diisi dengan berbagai materi edukatif. Mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, penanaman pohon lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter, hingga pelatihan literasi dan numerasi melalui aktivitas pohon berlindung.

Pihak sekolah juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana untuk memberikan materi perlindungan hak anak.

Materi lainnya disampaikan oleh Satlantas Polres Kotim tentang tertib berlalu lintas, serta simulasi mitigasi bencana kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

“Kami juga mengingatkan kepada seluruh murid terkait larangan penggunaan sepeda listrik di jalan raya bagi yang belum memiliki KTP atau SIM, sesuai informasi dari Satlantas,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard